Ancaman Menpora ke PSSI Wajar
Selasa, 6 Maret 2012 | 20:45 WIB
Otoritas tertinggi sepak bola nasional ini masih sangat bergantung pada pendanaan pemerintah.
Menyusul kekalahan 0-10 dari Bahrain pada kualifikasi Piala Dunia 2014, pemerintah lewat Menteri Pemuda dan Olahraga mengancam akan menghentikan dukungan pada PSSI. Penanggungjawab timnas, Bernard Limbong, mengatakan komentar tersebut sangat wajar.
"Wajar saja Menpora bicara seperti itu karena timnas memang kalah. Tapi, beliau juga fair karena besok beliau akan menonton langsung timnas U-21 di Brunei Darussalam," ujar Limbong, hari ini.
Sehari sebelumnya, Andi Malarangeng mengancam tidak lagi akan mendukung PSSI jika masih ada diskriminasi dalam pemilihan pemain dalam tim nasional.
Pencabutan fasilitas oleh pemerintah dipastikan akan memukul PSSI. Karena otoritas tertinggi sepak bola nasional ini masih sangat bergantung pada pendanaan pemerintah.
Tahun lalu, timnas mendapat suntikan dana Rp 20 miliar untuk persiapan menuju SEA Games 2011. Untuk mendongkrak prestasi Merah Putih, PSSI awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 360 miliar kepada pemerintah. Belakangan, anggaran tersebut direvisi menjadi Rp 40 miliar setelah menuai banyak kritik.
Pelaksana tugas seskemenpora, Djoko Pekik Riyanto, mengakui bahwa memang ada anggaran untuk cabang-cabang prioritas, termasuk sepak bola. Tapi, anggaran itu adalah kebijakan Kemenpora dan bukan dari APBN.
"Untuk 2012 ini, PSSI memang mengajukan Rp 40 miliar. Tapi, anggaran itu masih belum disetujui karena masih ada perubahan di APBN. Tapi, seperti yang sudah dikatakan Menpora, jika masih ada diskriminasi di tubuh timnas, dukungan Kemenpora, termasuk dana, akan dihentikan karena kami menginginkan pemain terbaik, tanpa embel-embel apa pun, terpilih masuk timnas," tegas Djoko.
Menyusul kekalahan 0-10 dari Bahrain pada kualifikasi Piala Dunia 2014, pemerintah lewat Menteri Pemuda dan Olahraga mengancam akan menghentikan dukungan pada PSSI. Penanggungjawab timnas, Bernard Limbong, mengatakan komentar tersebut sangat wajar.
"Wajar saja Menpora bicara seperti itu karena timnas memang kalah. Tapi, beliau juga fair karena besok beliau akan menonton langsung timnas U-21 di Brunei Darussalam," ujar Limbong, hari ini.
Sehari sebelumnya, Andi Malarangeng mengancam tidak lagi akan mendukung PSSI jika masih ada diskriminasi dalam pemilihan pemain dalam tim nasional.
Pencabutan fasilitas oleh pemerintah dipastikan akan memukul PSSI. Karena otoritas tertinggi sepak bola nasional ini masih sangat bergantung pada pendanaan pemerintah.
Tahun lalu, timnas mendapat suntikan dana Rp 20 miliar untuk persiapan menuju SEA Games 2011. Untuk mendongkrak prestasi Merah Putih, PSSI awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 360 miliar kepada pemerintah. Belakangan, anggaran tersebut direvisi menjadi Rp 40 miliar setelah menuai banyak kritik.
Pelaksana tugas seskemenpora, Djoko Pekik Riyanto, mengakui bahwa memang ada anggaran untuk cabang-cabang prioritas, termasuk sepak bola. Tapi, anggaran itu adalah kebijakan Kemenpora dan bukan dari APBN.
"Untuk 2012 ini, PSSI memang mengajukan Rp 40 miliar. Tapi, anggaran itu masih belum disetujui karena masih ada perubahan di APBN. Tapi, seperti yang sudah dikatakan Menpora, jika masih ada diskriminasi di tubuh timnas, dukungan Kemenpora, termasuk dana, akan dihentikan karena kami menginginkan pemain terbaik, tanpa embel-embel apa pun, terpilih masuk timnas," tegas Djoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




