Munaslub Dinilai Mampu Bangun Soliditas Partai Golkar
Senin, 14 Maret 2016 | 08:25 WIB
Jakarta – Politisi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menilai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mampu membangun dan menciptakan soliditas kader partai Golkar. Menurut Agun, Munaslub ini merupakan momentum membangun rekonsiliasi dan persatuan di antara kubu-kubu di tubuh Partai berlambang Pohon Beringin ini.
"Saya sangat yakin Munaslub ini dapat menyelesaikan konflik antara kubu-kubu di Partai Golkar dan menjadi puncak untuk membangun kembali soliditas kader-kader demi mewujudkan Golkar yang lebih baik," ujar Agun di Jakarta, Senin (14/3).
Karena itu, Agun berharap penyelenggaraan Munaslub Golkar harus rekonsiliatif, terutama semangat dan pesertanya. Dengan demikian, tidak ada pihak atau kubu di Partai Golkar yang merasa dicederai atai diabaikan dalam penyelenggaraaan Munaslub ini.
"Poin penting yang harus diperhatikan adalah penyelenggaraan Munaslub harus rekonsiliatif, sehingga menjadi momen untuk merangkul semua pihak terutama yang bertikai selama ini," tandas dia.
Sementara terkait pemimpin baru Partai Golkar, Agun menilai sangat tergantung mekanisme Munaslub. Menurutnya, pemimpin baru yang baik akan terlahir dari mekanisme Munaslub yang fair, transparan dan akuntabel, demokratis, tanpa ada paksaan, dan tekanan.
Masih kata dia, mekanisme Munaslub harus memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk maju menjadi ketua umum, dan memberikan kebebasan kepada pemilih suara untuk memilih sesuai dengan kehendaknya.
"Kalau mekanisme penyelenggaraan munaslub tidak menjamin asas demokratis, tidak fair, praktek kampanye yang buruk, ini akan menentukan siapa pemimpin yang akan lahir. Jika mekanisme tidak jujur dan demokratis, sia-sia, siapapun pemimpin, pasti akan buruk," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




