Jika Terpilih, Airlangga Bertekad Menjaga Jati Diri Golkar

Rabu, 16 Maret 2016 | 22:41 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, Beritasatu.com Primus Dorimulu (kiri) berbincang bersama Calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan Anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga (kanan) usai kunjungan ke redaksi Beritasatu Media Holdings di Beritasatu Plaza Jakarta, 16 Maret 2016.
Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, Beritasatu.com Primus Dorimulu (kiri) berbincang bersama Calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan Anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga (kanan) usai kunjungan ke redaksi Beritasatu Media Holdings di Beritasatu Plaza Jakarta, 16 Maret 2016. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta - Jika terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) pada Musyawarah Nasional (Munas) yang akan datang, Calon Ketua Umum (Caketum) Airlangga Hartato bertekad akan menjaga jati diri dan kekhasan PG. Jati diri itu adalah Golkar sebagai partai pluralis dan partai dengan ideologi tengah.

Ideologi tengah, kata Airlangga, artinya tidak condong ke kiri (radikal) dan tidak condong ke kanan (fundamentalis). Jati diri lain dari Golkar selalu menjadi agen pembangunan. Kedudukan politiknya selalu mendukung pemerintahan.

"Golkar pluralis, tengah dan memiliki mesin partai sampai ke desa-desa. Golkar selama ini selalu menjadi agen pembangunan," kata Airlangga saat bersilahturami dengan redaksi Suara Pembaruan dan Beritasatu.com di Plaza Beritasatu, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).

Airlangga hadir didampingi Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga.
Airlangga diterima langsung Pemred Suara Pembaruan dan Beritasatu.com Primus Dorimulu bersama jajaran redaksi.

Airlangga mengemukakan, kekuatan Golkar selama ini menampung semua anak bangsa dari lapisan manapun tanpa membedakan latar belakang. Golkar sangat terbuka bagi siapa saja. Golkar juga tidak dibawah ke kiri ataupun ke kanan, tetapi tetap di tengah sebagai partai nasionalis-religus.

"Kami ingin membawa Golkar ke depan murni lihat konstelasi bangsa," tegasnya.

Dia menambahkan Golkar sebagai penjaga ideologi tengah. Pasalnya jika diisi oleh partai dengan ideologi kiri ataupun ekstrim kanan maka bangsa ini bisa terjadi seperti di Timur Tengah saat ini yaitu adanya perpecahan dan perang saudara.

Golkar juga akan menjadi penjaga identitas dan dasar-dasar bangsa seperti pegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon