Airlangga Berharap Segera Ada Kepastian Munas
Rabu, 16 Maret 2016 | 22:58 WIB
Jakarta - Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar (PG), Airlangga Hartato, berharap, segera ada kepastian mengenai pelaksanaan Musyarah Nasional (Munas). Hal itu, agar tidak melahirkan kebimbangan dan kebingunan dari para kader. Alasan lainnya, supaya Golkar bisa konsentrasi mengurus diri seperti konsolidasi dan persiapan pilkada maupun pemilu 2019.
"Yang penting bagi kami saat ini adalah kontestasinya ada. Karena sampai hari ini belum dibuka. Rapat pleno belum ada yang memutuskan soal Munas," kata Airlangga saat bersilahturami dengan redaksi Suara Pembaruan dan Beritasatu.com di Plaza Beritasatu, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).
Airlangga hadir didampingi Ketua Tim Sukses, Melchias Marcus Mekeng, dan anggota Tim Sukses, Lamhot Sinaga. Airlangga diterima langsung Pemred Suara Pembaruan dan Beritasatu.com, Primus Dorimulu, bersama jajaran redaksi.
Arilangga mengemukakan, saat ini baru kesepakatan elit yaitu antara Aburizal Bakrie (ARB) dengan Agung Laksono (AL). Dalam kesepakatan itu, disebut bahwa Munas tanggal 27 Mei mendatang. Dirinya berharap, kesepakatan itu segera ditindaklanjuti supaya kader bisa mempersiapkan diri.
"Kalaupun tidak ada Munas, harus dijelaskan juga secara terbuka, apa alasannya dan seperti apa Golkar ke depan," ujarnya.
Airlangga juga mengingatkan, Ketua Umum Aburizal Bakrie sudah menyatakan secara terbuka akan ada Munas. "Apa yang sudah diputuskan tidak bisa mundur ke belakang lagi dengan membatalkan Munas," katanya.
Dia mengaku, siap maju sebagai salah satu calon. Jika terpilih, kata Airlangga, dirinya ingin melakukan pembaharuan dalam tubuh Golkar.
"Ide-ide baru harus dimasukkan ke dalam Golkar guna kebangkitan partai. Kami juga akan memperkuat Golkar sebagai partai pluralis dan berideologi tengah," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




