Airlangga: Ideologi Tengah Harus Diperkuat

Kamis, 17 Maret 2016 | 00:21 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, Beritasatu.com Primus Dorimulu (kiri) berbincang bersama Calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan Anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga (kanan) usai kunjungan ke redaksi Beritasatu Media Holdings di Beritasatu Plaza Jakarta, 16 Maret 2016.
Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, Beritasatu.com Primus Dorimulu (kiri) berbincang bersama Calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan Anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga (kanan) usai kunjungan ke redaksi Beritasatu Media Holdings di Beritasatu Plaza Jakarta, 16 Maret 2016. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta - Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar (PG), Airlangga Hartato, berpandangan, ideologi 'tengah' harus diperkuat dan dijaga. Ideologi tengah memiliki artian, berbasiskan nasionalis-religius. Jika ideologi tengah ini keropos, akan menjadi ancaman bagi bangsa ini.

"Yang tengah itu harus diperkuat. Tidak boleh ke kiri atau ke kanan, tetapi tengah harus dijaga," kata Airlangga saat bersilahturami dengan redaksi Suara Pembaruan dan Beritasatu.com di Plaza Beritasatu, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).

Airlangga hadir didampingi Ketua Tim Sukses Melchias Marcus Mekeng dan anggota Tim Sukses Lamhot Sinaga. Dirinya diterima langsung Pemred Suara Pembaruan dan Beritasatu.com Primus Dorimulu bersama jajaran redaksi.

Airlangga menjelaskan, perkembangan sekarang ini, ada yang ingin membawa Indonesia ke ideologi kiri yaitu radikal dan ekstrim. Di sisi lain, ada yang ingin membawa bangsa ini ke ideologi kanan yaitu fundamentalis dan dogmatis.

"Jika sampai bandulnya bergerak ke salah satu ekstrem atau katup, maka bangsa ini bisa seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini, yaitu adanya perpecahan dan perang saudara," bebernya.

Hal itu terjadi, kata Airlangga, karena tidak ada partai politik atau kekuatan yang tetap teguh pada ideologi sebagai landasan pendirian bangsa.

"Golkar akan memperkuat ideologi tengah ini. Tidak bisa dilepaskan ke satu-dua partai saja. Harus kerja bersama," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon