Protes PLN, Warga Bandarlampung Gelar Aksi Seribu Lilin

Kamis, 17 Maret 2016 | 21:10 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Ilustrasi pemadaman listrik
Ilustrasi pemadaman listrik (Antara/Mohaman Hamzah)

Bandarlampung - Ribuan warga Kota Bandarlampung berkumpul di pelataran Tugu Adipura pusat kota, Kamis (17/3), menggelar aksi menyalakan 1.000 lilin untuk memprotes pemadaman aliran listrik PT PLN yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Warga Bandarlampung berbagai elemen dan profesi berkumpul di Tugu Adipura menyambut kegiatan Gerakan untuk Lampungku Terang Benderang yang digagas kalangan aktivis dan profesional di daerah ini.

Mereka bersepakat mendorong adanya aksi bersama menuntut supaya listrik segera normal dan jangan ada lagi pemadaman secara bergilir, karena hanya menyusahkan masyarakat dan berdampak buruk bagi semua pihak.

Dalam selebaran yang disebarkan sebelumnya melalui media sosial dan sarana komunikasi lainnya, Gerakan untuk Lampungku Terang Benderang itu, menyampaikan sejumlah hal terkait kondisi kelistrikan di Lampung.

Provinsi Lampung mengalami kekurangan daya listrik mencapai 130 MW, sedangkan Sumatera Selatan kelebihan 436 MW. PT PLN sejak 9 tahun yang lalu mulai membangun jalur interkoneksi untuk mengalirkan kelebihan daya listrik Sumatera Selatan ke Lampung. Namun pembangunan itu berhenti pada ruas Menggala-Seputih Banyak karena tidak diizinkan melintasi areal perkebunan salah satu perusahaan.

Padahal hanya diperlukan 87 tower lagi untuk mengakhiri krisis listrik yang selama ini dialami Lampung.

Karena itu, penggagas acara aksi menyalakan 1.000 lilin itu mengajak bersama-sama berjuang menyampaikan sikap agar pemerintah, PLN, dan perusahaan pemilik lahan perkebunan itu segera melanjutkan pembangunan jalur transmisi interkoneksi Menggala-Seputih Banyak, sehingga mengakhiri kondisi mati lampu berkali-kali setiap hari yang telah bertahun-tahun dialami warga Lampung.

Selain aksi itu, belum lama ini juga disebarkan penandatanganan petisi yang mempertanyakan kinerja PT PLN Lampung dan sudah berjalan di kampus-kampus se-Lampung serta berbagai kalangan lainnya.

Kamis siang tadi, sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lampung juga menggelar aksi demo di depan kantor PT PLN Distribusi Lampung di kawasan Rajabasa Bandarlampung antara lain untuk memprotes pemadaman bergilir dan mempertanyakan kinerja manajemen PT PLN Lampung dalam mengatasi permasalahan defisit daya listrik di daera ini.

Sebelumnya, manajemen PT PLN Distribusi Lampung sudah menggelar pertemuan dengan kalangan wartawan, untuk menjelaskan kondisi kelistrikan di Lampung yang masih terus mengalami defisit daya listrik, dan diperkirakan baru akan dapat teratasi pada Juli 2017 mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon