Konvensi Internal Dinilai Bagus untuk Golkar

Rabu, 23 Maret 2016 | 20:51 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Ilustrasi Partai Golkar
Ilustrasi Partai Golkar (Beritasatu.com)

Mataram-Partai Golkar (PG) akan segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dalam waktu dekat. Agenda utama Munas adalah memilih Ketua Umum (Ketum). Sejauh ini, para calon ketua umum (Caketum) telah turun ke daerah-daerah. Mereka melakukan silahturami dengan pengurus daerah untuk menjaring suara.

Hingga saat ini, ada enam Caketum yang selalu turun ke daerah. Salah satunya adalah Airlangga Hartarto (AH).

Anggota Tim Sukses dari Caketum AH, Lawrence Siburian mengemukakan apa yang terjadi sekarang adalah bentuk konvensi di internal Golkar. Model tersebut sangat bagus karena para pengurus daerah bisa mendengar dan melihat visi dan misi Caketum yang akan bertarung. Diharapkan pada akhirnya para pemilik suara bisa memilih Caketum yang memang bisa membawa Golkar menjadi lebih baik.

"Tanpa kita sadari kunjungan para balon Caketum membuat sistem yang baik di partai. Ini ajang konvensi bagi kita. Bapak-ibu bisa langsung tahu siapa kira-kira yang layak menjadi Ketum nanti," kata Lawrence dalam acara silaturahmi Caketum AH dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I (Povinsi) dan DPD II (kabupaten/kota) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Rabu (23/3).

Selain, Lawrence, AH didampingi Indra Piliang. Sementara dari DPD, dihadiri seluruh pimpinan DPD I dan II, dipimpin langsung Ketua DPD I Moh. Suhaili.

Selama tiga hari terakhir, AH melakukan roadshow ke tiga provinsi yaitu Bali, NTT, dan NTB. Roadshow dalam rangka perebutan Ketum pada Munas yang akan dilakukan Mei mendatang.

Lawrence menilai sistim seperti ini sangat bagus dan positif bagi pengembangan partai. Sistem terbuka seperti sekarang dalam penjaringan Caketum harus dipertahankan untuk masa-masa mendatang.

Lawrence berharap setiap kader bisa mempelajari suasana politik yang terjadi saat ini. Hal itu penting dijadikan referensi dan landasan dalam memilih ketua umum agar benar-benar sesuai dengan hati nurani.

"Situasi politik harus kita pelajari agar tidak salah memilih pemimpin, kalau salah kita bisa hancur," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon