Pascabentrokan Dua Komunitas, Mahasiswa NTT di Malang Minta Dipulangkan
Kamis, 24 Maret 2016 | 05:20 WIB
Malang - Kekhawatiran menghinggapi 214 orang mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), utamanya yang tinggal indekos di perbatasan Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Mereka meminta bantuan camat Pakis untuk memfasilitasi kepulangan mereka ke kampung halamannya melalui Denpasar, Bali, Rabu (23/3).
Ini terkait bentrokan yang sempat terjadi antar dua komunitas mahasiswa asal Maluku dan NTT, Minggu (20/3) dini hari lalu. Bentrokan maut itu terjadi setelah anak mahasiswa NTT mengeroyok dan membacok seorang mahasiswa asal Maluku hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Khawatir akan terjadinya aksi balasan, mereka yang terdiri dari 150 orang mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang dan 64 orang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi (PT) lainnya di Malang Raya, memilih kembali ke tempat asalnya untuk sementara waktu sambil menunggu situasi tenang.
"Karena mereka menyatakan resah dan khawatir akan ancaman balas dendam mahasiswa Maluku, maka mahasiswa asal NTT itu mendesak kami minta dipulangkan sementara ke kampung halamannya. Namun karena keterbatasan dana, maka kita hanya bisa membantu mereka sampai Denpasar, Bali saja," ujar ujar Camat Pakis, Drs Cholik MM menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (23/3).
Empat unit bus angkutan umum untuk mengantarkan mereka dari Malang ke Denpasar, Bali telah disiapkan.
Polisi sudah berhasil mengidentifikasi dan kini masih dalam pencarian pelaku pembacokan. "Kita (Polsek Pakis) dibantu Polres Malang, sedang memburu para tersangkanya," ujar AKP Sonny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




