Tips Menjaga Kandungan Gizi & Vitamin Saat Memasak
Rabu, 7 Maret 2012 | 20:53 WIB
Chef Ragil membagi tips memasak dengan teknik Sousvide
Dalam memasak sebuah hidangan, kerap kali proses penyajiannya membuat nilai gizi dan vitaminnya hilang. Faktor yang menyebabkan hal ini biasanya disebabkan oleh suhu yang terlalu tinggi atau lamanya proses memasak.
Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya ada beberapa cara untuk menjaga keutuhan gizi dan vitamin yang terkandung dalam makanan tersebut, salah satunya menggunakan tehnik Sousvide. Tehnik khusus ini ditemukan di Perancis dan populer pada tahun 70an, dan kembali populer lima tahun belakangan.
"Tujuan tehnik ini ialah menjaga keutuhan nilai gizi dan vitamin yang ada pada makanan," ujar Chef Ragil Imam Wibowo saat dijumpai di kawasan Menteng usai acara diskusi tentang bahasan Semur di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (7/3).
"Proses paling gampang, kita bisa menggunakan plastic clip yang food grade. Misal kita mau masak ayam pop dan tetap menjaga keutuhan gizinya, masukkan ayam dengan olesan bawang putih dan air kelapa kedalam plastic clip tersebut lalu masukkan plastic clip yang berisi ayam tersebut kedalam rebusan air yang bersuhu 70-60 derajat celcius, lalu diamkan dua sampai tiga jam," jelas Chef Ragil.
"Atau kalau mau memasak ikan menggunakan bumbu masak lain juga bisa menggunakan tehnik ini. Caranya sama, oleskan bumbu di daging ikan, dan masukkan ikannya kedalam plastic clip lalu rebus," imbuhnya.
Namun tehnik ini bukannya tanpa kelemahan. Proses memasak menggunakan cara tersebut dinilai terlalu lama, sehingga banyak yang kurang meminati tehnik ini.
"Tapi memang kan kelebihannya gizi dan vitamin tetap terjaga. Selain itu daging akan terasa lebih lembut dan bumbu lebih meresap," bebernya.
Diingatkan juga oleh Chef Ragil bahwa tehnik sederhana yang bisa dilakukan di rumah ini harus dilakukan secara hati-hati. Selain memperhatikan temperatur, bungkusan berisi makanan yang akan dimasak tersebut tidak boleh mengenai dasar wadah yang digunakan.
"Prosesnya memang agak merepotkan, selain harus mengukur menggunakan termometer, dasar dari wadah yang digunakan untuk merebus usahakan menggunakan cooling wire, karena biasanya dasar wadah itu memiliki temperatur lebih tinggi dari permukaan," jelasnya.
"Kalau mau menggunakan peralatan modern, ada yang menyediakan. Lebih praktis dan prosesnya tak selama bisa menggunakan cara yang saya sebutkan tadi. Hanya saja kendalanya di harga, terakhir tahun lalu saya lihat perlatan tersebut masih berharga kisaran tiga puluh juta Rupiah," tutupnya.
Dalam memasak sebuah hidangan, kerap kali proses penyajiannya membuat nilai gizi dan vitaminnya hilang. Faktor yang menyebabkan hal ini biasanya disebabkan oleh suhu yang terlalu tinggi atau lamanya proses memasak.
Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya ada beberapa cara untuk menjaga keutuhan gizi dan vitamin yang terkandung dalam makanan tersebut, salah satunya menggunakan tehnik Sousvide. Tehnik khusus ini ditemukan di Perancis dan populer pada tahun 70an, dan kembali populer lima tahun belakangan.
"Tujuan tehnik ini ialah menjaga keutuhan nilai gizi dan vitamin yang ada pada makanan," ujar Chef Ragil Imam Wibowo saat dijumpai di kawasan Menteng usai acara diskusi tentang bahasan Semur di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (7/3).
"Proses paling gampang, kita bisa menggunakan plastic clip yang food grade. Misal kita mau masak ayam pop dan tetap menjaga keutuhan gizinya, masukkan ayam dengan olesan bawang putih dan air kelapa kedalam plastic clip tersebut lalu masukkan plastic clip yang berisi ayam tersebut kedalam rebusan air yang bersuhu 70-60 derajat celcius, lalu diamkan dua sampai tiga jam," jelas Chef Ragil.
"Atau kalau mau memasak ikan menggunakan bumbu masak lain juga bisa menggunakan tehnik ini. Caranya sama, oleskan bumbu di daging ikan, dan masukkan ikannya kedalam plastic clip lalu rebus," imbuhnya.
Namun tehnik ini bukannya tanpa kelemahan. Proses memasak menggunakan cara tersebut dinilai terlalu lama, sehingga banyak yang kurang meminati tehnik ini.
"Tapi memang kan kelebihannya gizi dan vitamin tetap terjaga. Selain itu daging akan terasa lebih lembut dan bumbu lebih meresap," bebernya.
Diingatkan juga oleh Chef Ragil bahwa tehnik sederhana yang bisa dilakukan di rumah ini harus dilakukan secara hati-hati. Selain memperhatikan temperatur, bungkusan berisi makanan yang akan dimasak tersebut tidak boleh mengenai dasar wadah yang digunakan.
"Prosesnya memang agak merepotkan, selain harus mengukur menggunakan termometer, dasar dari wadah yang digunakan untuk merebus usahakan menggunakan cooling wire, karena biasanya dasar wadah itu memiliki temperatur lebih tinggi dari permukaan," jelasnya.
"Kalau mau menggunakan peralatan modern, ada yang menyediakan. Lebih praktis dan prosesnya tak selama bisa menggunakan cara yang saya sebutkan tadi. Hanya saja kendalanya di harga, terakhir tahun lalu saya lihat perlatan tersebut masih berharga kisaran tiga puluh juta Rupiah," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




