Hari Air Sedunia
Lembaga Zakat Dapat Berperan Penuhi Akses Air Bersih
Kamis, 24 Maret 2016 | 13:35 WIB
Jakarta - Momentum Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret, senantiasa mengingatkan pentingnya air bagi kehidupan. Momen yang sama juga mengingatkan terjadinya krisis air, termasuk di Indonesia.
Manager Program Semesta Hijau Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, mengatakan, Indonesia merupakan negara ketujuh yang memiliki cadangan terbesar air tawar terbarukan di dunia, dengan volume yang mencapai 2,019 km kubik per tahun.
"Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami defisit air. Baik karena cadangan air yang berkurang. akibat perubahan tata guna lahan maupun juga karena perubahan demografis akibat urbanisasi," ujar Syamsul, dalam siaran persnya, Kamis (24/3).
Untuk penyediaan, lanjut dia, kesenjangan antara persediaan dengan permintaan tidak bisa dipenuhi oleh PDAM karena berbagai sebab. Salah-satunya, faktor inefisiensi dalam pengelolaan.
"Mahkamah Konstitusi sudah membatalkan UU Pengelolaan Sumber Daya Air yang sebenarnya penting. Menjadi alarm bagi negara untuk menghentikan privatisasi sumberdaya air," jelasnya.
Secara esensi, ungkap Syamsul, air adalah benda publik yang mestinya diatur oleh publik. Tanggung jawab utama dalam pengelolaan air memang berada di tangan pemerintah. "Namun, masyarakat juga dapat mengambil inisiatif dalam pengelolaan air dengan skema investasi sosial," jelasnya.
Salah-satu strategi yang mungkin bisa dikembangkan, kata Syamsul, dengan mendorong peran aktif lembaga-lembaga pengelola dana dan aset umat seperti lembaga zakat, untuk turut mengisi bolong-bolong pembiayaan dalam hal pemenuhan akses air bersih dan sanitasi.
"Dengan potensi dana zakat yang mencapai Rp 123 - 217 triliun, dengan mengoptimalkan penghimpunan dan menekankan efektivitas dalam pendayagunaan serta memperkuat dimensi pemberdayaan, kekuatan ekonomi zakat dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengentasan kemiskinan yang akan memberi jalan bagi perbaikan akses terhadap air bersih dan sanitasi," paparnya.
Soal isu air, lanjut dia, bentuk investasi sosial yang dilakukan Dompet Dhuafa adalah melalui program Air untuk Kehidupan. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses air bersih untuk dhuafa di daerah krisis air.
Program yang dimulai pada 2008 ini berada di lima belas titik yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi dan Nusa Tenggara Timut (NTT). Ada empat macam model dalam program ini yaitu pipanisasi, pengeboran, penampungan air hujan, dan penyaringan dan desalinasi.
"Tercatat, ada lebih dari 39.000 yang menjadi penerima manfaat dari program ini," kata Saymasul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




