Ade Komarudin Akan Perjuangkan Pembangunan Perpustakaan DPR

Minggu, 27 Maret 2016 | 17:46 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ketua DPR RI, Ade Komarudin (tengah).
Ketua DPR RI, Ade Komarudin (tengah). (Antara)

Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin menegaskan akan tetap memperjuangkan pembangunan perpustakaan DPR yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat Indonesia.

"Parlemen adalah sebuah lembaga yang menjadi simbol negara. Perpustakaan itu untuk parlemen dan seluruh rakyat Indonesia yang berkunjung. Kualitas parlemen Indonesia dan rakyat Indonesia dapat dilihat dari situ," kata pria yang akrab disapa Akom ini di Jakarta, Minggu (27/3). Penegasan ini disampaikan Ade menjawab kritikan beberapa pihak yang menyebut bahwa rencana pembangunan perpustakaan di lingkungan komplek parlemen ini hanya akal-akalan DPR untuk mengelabui publik.

Ade mengungkapkan, Indonesia sebaikya belajar pada negara-negara maju. Dulu Amerika Serikat membuat perpustakaan terbesar di dunia pada saat ekonominya belum bagus. "Kita sekarang sudah bagus tapi belum mempunyai perpustakaan yang memadai," kata dia.

Dia menjelaskan, perpustakaan ini rencananya akan menjadi rumah bagi 600.000 buku dan terbuka untuk umum. "Negara ini harus pintar. Budaya membaca harus digalakkan, salah satunya dengan menyediakan fasilitas berupa perpustakaan," katanya.

Menurut Akom, ide membuat perpustakaan yang rencananya akan menjadi perpustakaan terbesar di Asia Tenggara ini diusulkan para cendekiawan yang datang menemuinya di DPR beberapa waktu lalu. Karena usul tersebut dinilai baik, maka DPR akan memperjuangkannya.

"Apalagi yang memberi usulan adalah kaum intelektual yang sudah terbukti kredibilitasnya dan memiliki banyak karya. Jadi mohon maaf, saya tidak akan mundur dari usulan Ignas Kleden dan kawan-kawan," tambah Akom.

Terkait kritikan, Akom menyatakan akan menerima semua masukan dari masyarakat. Bahkan Akom mengimbau pihak yang mengkritik agar datang berdiskusi dengan dirinya dan para cendekiawan yang memberikan usul tersebut.

"Saya akan dengarkan semua kritik dan masukan. Yang menurut saya baik dan membawa kebaikan bagi banyak orang akan saya pertimbangkan. Namun, jika hanya berpikir negatif (su'udzon), saya tidak akan gubris. Lebih baik waktu yang ada dipergunakan untuk kebaikan orang banyak. Mari kita bicara untuk kebaikan negeri ini," lanjutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon