Pembentukan Badan Otorita Pariwisata Wakatobi Dipercepat
Sabtu, 2 April 2016 | 17:13 WIB
Jakarta – Semua kalangan pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari Bupati Wakatobi, DPRD, tokoh masyarakat, pemuka adat, LSM/NGO, dinas-dinas, dan pemerhati pariwisata, sepakat untuk mempercepat Wakatobi sebagai Badan Otorita Pariwisata (BOP).
Enam tokoh yang mewakili stakeholder di FGD Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Kawasan Wakatobi 2016 itu sudah menandatangani kesepahaman. Mereka adalah, Bupati Wakatobi Hugua, Ketua Pokja 10 Destinasi Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua DPRD La Moane Sabara, Ketua Lembaga Adat Madati, La Ode Usman Baga, Asdep Jasa Kemaritiman Kemenkomar, Okto Irianto, Ketua Forum Tata Kelola Pariwisata Wakatobi Saleh Hanan.
"Mungkin karena masyarakat selama ini sudah menjadikan pariwisata sebagai leading sector, dan mereka membutuhkan dukungan infrastruktur dari pusat, dan menarik investasi dari industri pariwisata," jelas Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Kempar, Hiramsyah Sambudhy Thaib, di Jakarta, Jumat (1/4).

Dengan kehadiran BOP, lanjut dia, akan dilanjutkan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Selain itu, kata Hiramsyah, dengan adanya KEK tersebut, share infrastructure bisa dikebut, terutama jalan, air, listrik, telekomunikasi, dermaga dan bandara, yang menjadi penentu akses dari dan ke Wakatobi.
"Kunci percepatan dan pengembangan destinasi itu 3A yaitu akses, atraksi, dan amenitas," ungkap Hiramsyah, yang pernah menjabat Ketum Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2001-2005 itu.
"Suasana Wakatobi itu mirip Bali 25 tahun silam. Aromanya sudah sangat pariwisata, karena itu wajar jika di FGD tuntutan peserta justru minta segera dikebut, dipercepat, dan direalisasi," ungkap Hiram.
Bupati Wakatobi, Hugua, sangat setuju konsep kawasan lintas kabupaten itu. Badan Otoritas, kata dia, lebih luwes menjembatani antarkabupaten yang memiliki destinasi unggulan. Gabungan dari berbagai atraksi dari masing-masing kabupaten itu akan menghasilkan Wakatobi Plus yang komplit.
"Punya underwater di Wakatobi dan Buton. Punya budaya, kasultanan dengan benteng terbesar di dunia di Kota Baubau. Punya hutan Wallacea yang paling lengkap habitat aslinya di Buton. Punya jati terbesar, tertua, dan paling langka juga pacuan kuda di Muna, kita punya atraksi paling lengkap," ujar Hugua bersemangat.
Bupati Buton, Samsu Umar B Samiun, juga menyambut baik Badan Otorita yang akan mengkoordinasi keunggulan pariwisata di wilayahnya.
"Kami punya pantai, punya bawah laut, punya hutan, punya tebing, punya budaya, punya banyak cerita dan punya kuliner yang khas," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




