Kepala BIN Sebut Ruang Gerak Kelompok Santoso Makin Sempit

Sabtu, 2 April 2016 | 22:53 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Sejumlah anggota Gegana Brimob Polda Sulteng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kontak senjata antara kelompok teroris Santoso dan aparat kemanan di Pegunungan Salum Pangi, Pairgi, Sulawesi Tengah, 4 April 2015.
Sejumlah anggota Gegana Brimob Polda Sulteng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kontak senjata antara kelompok teroris Santoso dan aparat kemanan di Pegunungan Salum Pangi, Pairgi, Sulawesi Tengah, 4 April 2015. (Antara/Fiqman Sunandar)

Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, menyatakan, ruang gerak kelompok Santoso alias Abu Wardah yang berdomisili di Poso, Sulawesi Tengah, kini sudah semakin sempit.

"Sekarang saya kira ruang geraknya Santoso makin sempit mudah-mudahan gak lama kita dapat dia," kata Sutiyoso selepas acara bertajuk "Saatnya Soft Power Untuk Selesaikan Konflik" di Balairung Jaya Suprana Institute, Mall of Indonesia, Jakarta, Sabtu (2/4).

Dengan sudah semakin terdesaknya ruang gerak bagi Santoso, dia menyatakan kelompok yang dipimpinnya dan menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tidak akan bisa memiliki peluang keluar dari Poso. "Santoso dan kelompoknya masih ada di Poso, kita juga sudah tahu posisinya mereka itu," ujar dia.

Sutiyoso juga menyatakan penggunaan pendekatan lunak pada kelompok Santoso ada kemungkinan tidak dilakukan, pasalnya persoalan tersebut terkait dengan ideologi.

"Untuk opsi penggunaan mediasi atau soft power tergantung dia sebenarnya jika dia mau ya kita terima jika tidak ya secara keras. Kemungkinannya malah pakai cara keras karena peristiwa Santoso adalah masalah ideologi sehingga berbeda dengan kasus penyanderaan di Filipina," tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun terkait perkembangan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah yang akan digelar selama 60 hari terhitung sejak 10 Januari 2016, diperkirakan jumlah pasukan Santoso alias Abu Wardah tersisa kurang dari 30 orang.

Hal itu terjadi setelah sebelumnya terjadi baku-tembak antara pasukan gabungan TNI/Polri dengan kelompok Santoso, yang mengakibatkan 10 diantaranya tewas dan tiga berhasil ditangkap.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon