Diserang PKB soal Menteri Desa, Ini Jawaban PDI-P

Selasa, 5 April 2016 | 18:55 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, meninjau pembangunan irigasi yang menggunakan dana desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, meninjau pembangunan irigasi yang menggunakan dana desa. (Istimewa)

Jakarta - Politikus Senior PDI-Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno meminta agar para petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak mengembangkan prasangka buruk terhadap partai berlambang banteng itu terkait isu reshuffle kabinet.

Hendrawan menyatakan itu menanggapi tudingan Politikus PKB Jazilul Fawaid bahwa PDI-P sedang mengincar kursi Menteri Desa Marwan Ja'far yang merupakan kader PKB.

Kata Hendrawan, dalam konteks politik untuk upaya membangun peradaban, semua pihak perlu mengembangkan satu iklim persahabatan, komunikasi yang diwarnai prasangka baik.

"Spekulasi seperti itu tidak perlu dikembangkan. Kalau kritik, protes, itu kan wajar. Dan kritik tidak hanya ke Kementerian Desa. Kami juga dapat kritik misalnya ke Menkumham (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia). Tapi kita tidak perlu berspekulasi, termasuk ketika Marwan dikritik," ujar Hendrawan, Selasa (5/4).

Kata Hendrawan, adalah fakta bahwa ada yang mengkritik Kementerian Desa soal perekrutan pembina dan pendamping desa yang banyak pungutan. Semua kritikan dan keluhan itu ditampung semua partai politik, termasuk PDI-P. Hal itu ditampung bukan demi mengincar pejabat menterinya.

"Soal incar mengincar, soal siapa menggeser siapa, itu urusan presiden," tegasnya.

"Tidak benar (kami mengincar Menteri Desa) karena kami menyadari sepenuhnya, reshuffle itu hak prerogatif presiden. PDI-P hanya melakukan penilaian objektif," tandasnya lagi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon