Presiden Afrika Selatan Hadapi Upaya Pemakzulan

Rabu, 6 April 2016 | 00:39 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma sedang menjawab pertanyaan yang diajukan para anggota Parlemen selama sidang majelis umum Afrika Selatan di Cape Town, pada 17 Maret 2016.
Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma sedang menjawab pertanyaan yang diajukan para anggota Parlemen selama sidang majelis umum Afrika Selatan di Cape Town, pada 17 Maret 2016. (AFP Photo/David Harrison)

Cape Town – Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma sedang dihadapkan pada upaya pemakzulan atau impeachment di parlemen, Selasa (5/4). Hal itu terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bersalah karena melanggar undang-undang (UU) sehubungan dengan pembelian rumah kediaman pribadi.

Akan tetapi, Zuma hampir dipastikan bertahan dari proses pemungutan suara pemakzulan karena partainya, Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa, menguasai sejumlah besar kursi. Sedangkan untuk meloloskan pemakzulan Zuma, dibutuhkan mayoritas dua per tiga suara.

Kendati ada gemuruh ketidakpuasan dalam partai atas serangkaian skandal yang melibatkan presiden, namun kemungkinan tidak ada pemberontakan di kalangan anggota parlemen ANC, khususnya karena tidak akan ada pemungutan suara rahasia.

Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir, perasaan Zuma sangat terluka dan berada di bawah lonjakan tekanan sehingga membuatnya gagal menjalani tugas pada tiga tahun terakhir dari masa jabatan terahirnya.

Bahkan, Zuma telah didesak untuk mengundurkan diri oleh sejumlah veteran ANC senior dari perjuangan melawan apartheid, yang membawa ikon pembebasan, Nelson Mandela berkuasa, pada 1994.

Dalam komentar yang disampaikan, Senin (5/4), Menteri Keuangan Pravin Gordhan menyebutkan "Ketika tindakan kita dipandang bertentangan dengan konstitusi, Anda harus tahu kami sudah menyingkir datri tugas kami untuk melayani rakyat".

Kepemimpinan ANC sendiri telah mengadakan serangkaian pertemuan sejak putusan Mahkamah Konstitusi, Kamis (31/3), dan telah menolak rencana pemakzulan sebagai kampanye oposisi menjelang pemilihan kota di tahun ini.

Presiden Zuma pun meminta maaf dalam pidato yang ditayangkan televisi nasional, Jumat (1/4), karena frustasi dan bingung akibat skandal itu. Namun dia menjelaskan bahwa tidak ada niatan merespons seruan untuk mundur. Dia juga akan mengembalikan sebagian uang seperti yang diperintahkan.

Sebelumnya MK memutuskan bahwa Zuma telah melanggar undang-undang karena tidak mengembalikan sebagian dari uang yang dibelanjakan untuk meningkatkan keamana di rumah pribadinya di daerah pedesaan, Nkandla, bagian timur provinsi KwaZulu-Natal.

Proyek terebut menghabiskan uang para wajib pajak sebanyak US$ 24 juta, termasuk untuk pembanguan kolam renang, kandang ayam, kandang ternak, dan ampiteater.

Menurut laporan 2014 yang disampaikan oleh Public Protector, yang ditunjuk pemerintah, Thuli Madonsela, Zuma dan keluarganya terlalu diuntungkan dari proyek peningkatan keamanan dan memerintahkan dia mengembalikan sebagian uang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon