Dinas Pertamanan Belum Bayar Lahan Kedubes Inggris, Basuki Kesal
Kamis, 7 April 2016 | 14:28 WIB
Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku kesal kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI karena tak juga membeli lahan bekas kantor Kedutaan Besar Inggris di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Makanya aku sudah ngamuk-ngamuk dari tahun lalu. Masa Dinas Pertamanan tidak bisa membayar? Padahal mereka (pihak kedutaan besar Inggris) sudah bikin surat mau jual ke kami," ujar Basuki di Balai Kota, Kamis (7/4).
Basuki merasa tak enak karena pihak Kedutaan Besar Inggris meminta pihaknya untuk segera membeli lahan tersebut. Padahal, sudah ada pula swasta yang bersedia membeli lahan itu, tetapi mereka justru ingin menjualnya ke DKI.
Disebutkannya, Kedutaan Besar Inggris ingin menjual lahannya itu ke DKI karena mereka juga sudah sejak lama berjanji pada Gubernur sebelumnya, yakni Joko Widodo (Jokowi) hingga membuat surat bahwa mereka akan tetap menjual untuk DKI.
"Alasannya macam-macam, tadi aku bilang, kalau tidak bisa bayar tapi duit ada, semua Dinas Pertamanan saya pecat," katanya.
Basuki mengatakan, nilai tanah di wilayah itu memang cukup mahal, di mana yang ditawarkan oleh mereka sejak dulu adalah Rp 500 miliar. Apalagi, di kawasan itu bisa membangun gedung hingga Koefisian Lantai Bangun (KLB) hingga 14 sehingga tak heran jika ada pihak swasta yang berminat membelinya, yakni gedung sebelahnya, Deutsche Bank.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




