Gubernur Papua Minta Kabupaten dan Kota Siapkan SDM Handal
Sabtu, 16 April 2016 | 14:01 WIB
Jayapura-Manfaat Dana Otonomi Khusus sejak Gubernur Papua Lukas Enembe Menjabat, April 2013 sampai saat ini atau selama tiga tahun terakhir ini semakin dirasakan masyarakat.
Perubahan pola pembagian pengalokasian dana Otsus yang sebelumnya 60 persen dialokasikan ke daerah menjadi 80 persen yang dialokasikan untuk kabupaten-kota mendorong pergerakan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana diberbagai sektor, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan ekonomi kerakyatan.
Hal ini tergambar dari presentasi para bupati dan wali kota pada Rapat Kerja antara Gubernur Papua dengan para bupati-wali kota se Provinsi Papua, yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Maret 2016 di Jayapura. Demikian dikatakan Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (16/4) siang.
Penyatan Gubernur Papua, Lukas Enembe ini menanggapi perkembangan pengalokasian dana Otsus dan program-program pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Dia mengatakan, terlihat ada semangat yang sama dari setiap pemerintah daerah untuk mempersiapkan SDM yang baik dan handal sehingga nantinya dapat menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di daerah masing-masing.
Dikatakan, sektor pendidikan sebagai elemen yang penting dalam pembentukan kualitas Sumber Daya Manusia secara umum memperoleh alokasi sebesar 30 persen dari dana Otsus yang diterima oleh setiap kabupaten-kota. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Kota Jayapura misalnya, sejak tahun 2014 setiap tahunnya memperoleh alokasi dana Otsus sebesar Rp 95.555.051.000. Dari dana tersebut, sektor pendidikan mendapat alokasi sebesar Rp 28.666.515.300 yang digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pendidikan seperti pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium mulai dari jenjang PAUD,TK,TPA sampai jenjang SMA,SMK serta pembangunan dan rehabilitasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Ia menjelasakan, Pemerintah Kota Jayapura juga mengalokasikan dana Otsus tersebut untuk pembangunan rumah dinas guru. Sementara, para siswa mulai dari jenjang SD sampai SMA,SMK khusus untuk Distrik Muara Tami dan pinggiran Kota Jayapura diberikan bantuan pakaian seragam sekolah.
Demikian pula halnya di Kabupaten Nduga, yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya, mengalokasikan sebesar Rp 32. 442.375.000 untuk bidang pendidikan dari total dana otsus yang diterima Rp 106.591.129.000 setiap tahunnya sejak tahun 2014.
Dikatakan Gubernur, pemerintah Kabupaten Nduga memprioritaskan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas belajar, rumah dinas guru, asrama siswa SD-SMP Satu Atap Mugi, Pembangunan perpustakaan, Pembangunan Taman Bermain, dan pemberian bantuan seragam siswa.
Diungkapkan, Pemerintah Daerah Nduga juga mengakokasikan dana otsus untuk gerakan penghapusan Tuna Aksara di seluruh wilayah Kabupaten Nduga, mulai dari pemberian pelatihan Tutor Tuna Aksara hingga pembelajaran tuna aksara di mana Bupatinya sering kali terjun langsung memimpin pembelajaran tersebut. Ditargetkan pada akhir tahun 2017 tidak ada lagi penduduk yang Tuna Aksara di Kabupaten Nduga.
"Sekarang banyak dibangun sekolah-sekolah baru oleh pemda, pembangunan asrama, dan sekolah satu atap seperti di Nduga, rintisan kelas akselerasi dan pengiriman tenaga guru dan anak-anak Tolikara ke Surya Institute, mengirim siswa terbaik untuk kuliah di berbagai Universitas di Indonesia oleh pemda. Bahkan ada yang dikirim sekolah ke Boston University seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura. Hal ini menunjukkan ada semangat akan papua yang lebih baik di masa yang datang dengan penyiapan SDM yang berkualitas mulai saat ini," tegas Lukas Enembe.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




