Deklarasi Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi Disambut Positif
Sabtu, 16 April 2016 | 16:52 WIB
Bekasi - Berbagai kalangan menyambut positif penyelenggaraan deklarasi kerukunan umat beragama Kota Bekasi, yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/4). Gelaran yang bertujuan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan tersebut, baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia.
Kalangan pemangku kepentingan 9stakeholder) berharap, deklarasi kerukunan umat beragama yang melibatkan puluhan ribu masyarakat ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lain di Indonesia. Tujuannya, demi terciptanya kerukunan antarumat beragama dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Mari kita hidup bersatu dalam kerukunan umat beragama dalam semangat Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila untuk membangunan dan kemajuan Kota Bekasi," ujar salah tokoh Katholik Kota Bekasi, Romo Sarto, usai penandatanganan deklarasi kerukunan umat beragama, Sabtu (16/4).
Dirinya memberikan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi tersebut dan dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif, aman dan tentram.
"Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi kerukunan umat beragama di Kota Bekasi tetap terjaga kondusif dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain," ujarnya.
Di sela-sela acara, peserta deklarasi melepas burung dara sebagai simbol perdamaian oleh masing-masing tokoh agama serta anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi.
"Peserta deklarasi berasal dari umat beragama, perwakilan pejabat Provinsi Jawa Barat, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan perwakilan Kementerian Agama serta Kementerian Dalam Negeri. Hadir pula tokoh masyarakat dari Malaysia dan Nepal," sambung Ketua Panitia, Rayendra Sukarmadji.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berharap, setelah melakukan deklarasi kerukunan umat beragama, pihaknya akan membentuk Majelis Umat Beragama yang bertugas untuk melakukan sosialisasi ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kehidupan beragama dan melakukan interaksi antarumat beragama.
"Dari perspektif Komnas HAM, kita (Kota Bekasi) termasuk wilayah yang intoleransi. Namun kita lihat, dengan adanya deklarasi kerukunan umat beragama ini yang dihadiri oleh lintas agama dapat menjadi miniatur NKRI," kata Rahmat Effendi.
Dia menegaskan agenda deklarasi ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik. "Setelah apel akbar antarumat ini, ke depan akan kita tunjuk majelis umat sampai ke tingkat RT-RT," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




