Sintong: Korban Tragedi 1965 Tak Sampai Jutaan

Senin, 18 April 2016 | 12:22 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Peringatan G30S di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 30 September 2015.
Peringatan G30S di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 30 September 2015. (BeritaSatu.com/Priska Sari Pratiwi)

Jakarta - Letjen TNI Purnawirawan Sintong Panjaitan mengatakan di Jakarta, Senin (18/4), korban tragedi 1965 tidak mencapai jutaan jiwa.

Sintong yang mantan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), pada Simposiun Nasional 1965 tersebut, mengemukakan, waktu itu Presiden Soekarno membentuk Komisi Pencari Fakta untuk menghitung jumlah korban pembantain.

"Mayjen Soemarno yang waktu itu sebagai Menteri Dalam Negeri menjadi ketuanya melaporkan korban ada 80.000 orang, dan angka 500.000 pertama kali keluar dari Oei Tjoe Tat (pembantu Presiden Soekarno)," kata dia.

Sintong menilai angka-angka itu tidak masuk akal karena RPKAD waktu itu hanya memburu para pemimpin PKI saja.

"Memang benar kami diturunkan ke Jawa Tengah, waktu RPKAD dibantu oleh pemuda Ansor, Muhammadiyah, tetapi kami hanya menangkap para tokohnya saja" kata dia.

Dia mengatakan para tokoh yang ditangkap ada dua kategori yaitu pasif dan aktif. Ia mengaku jika tokoh itu pasif maka mereka akan dilepaskan.

"RPKAD tidak hanya melakukan operasi, tapi RPKAD harus melindungi masyarakat juga, baik PKI atau tidak," kata Sintong.

Sementara, Psikolog Risa Permanadeli mengatakan peristiwa 1965 itu bukan masalah angka, tetapi peradaban pembantaian tersebut yang akan terus diwariskan kepada generasi seterusnya.

"Masalahnya tragedi ini sudah berlangsung 50 tahun dan tidak pernah ada penyelesaiannya. Sejarah itu tersimpan pada warga negara Indonesia," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon