Restorasi Indonesia Jadi Bumerang Buat Surya Paloh
Jumat, 9 Maret 2012 | 20:44 WIB
"Bagaimana mau membawa perubahan ke rakyat Indonesia, kalau ke karyawannya saja tidak bisa buat perubahan."
Semboyan "Restorasi Indonesia" yang diusung partai Nasional Demokrat nampaknya menjadi bumerang bagi Surya Paloh, inisiator partai dan pemilik stasiun televisi berita Metro TV.
Penyebabnya adalah penonaktifan wartawan akibat menuntut kesejahteraan, sistem kerja yang lebih baik, serta pembentukan serikat pekerja di Metro TV.
"Bagaimana mau membawa perubahan ke rakyat Indonesia, kalau ke karyawannya saja tidak bisa buat perubahan," kata Winuranto Adhi dari Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta), dalam jumpa pers mengenai kebebasan berserikat di industri media, di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, hari ini.
"Ternyata secara internal Metro TV tidak ada perubahan atau restorasi," kata Nining Elitos, Ketua Umum KASBI, yang juga tergabung dalam Aliansi Menolak Topeng Restorasi Indonesia (Aliansi Metro), yang hadir pada acara tersebut.
Nining menambahkan bahwa KASBI sangat mendukung perjuangan Luviana untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik di tempat kerjanya dan untuk mendirikan serikat pekerja.
Hendrik Sirait dari PBHI Jakarta mengatakan selama ini publik sudah bisa menilai Metro TV digunakan untuk menyampaikan pesan "terselubung" demi kepentingan partai politik tertentu.
"Tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan manajemen Metro TV kepada Luviana dengan membebastugaskannya dapat menjadi momentum bagi pekerja media untuk berkonsolidasi melawan ketidakadilan yang dilakukan pengusaha media," ujar Hendrik.
Semboyan "Restorasi Indonesia" yang diusung partai Nasional Demokrat nampaknya menjadi bumerang bagi Surya Paloh, inisiator partai dan pemilik stasiun televisi berita Metro TV.
Penyebabnya adalah penonaktifan wartawan akibat menuntut kesejahteraan, sistem kerja yang lebih baik, serta pembentukan serikat pekerja di Metro TV.
"Bagaimana mau membawa perubahan ke rakyat Indonesia, kalau ke karyawannya saja tidak bisa buat perubahan," kata Winuranto Adhi dari Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta), dalam jumpa pers mengenai kebebasan berserikat di industri media, di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, hari ini.
"Ternyata secara internal Metro TV tidak ada perubahan atau restorasi," kata Nining Elitos, Ketua Umum KASBI, yang juga tergabung dalam Aliansi Menolak Topeng Restorasi Indonesia (Aliansi Metro), yang hadir pada acara tersebut.
Nining menambahkan bahwa KASBI sangat mendukung perjuangan Luviana untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik di tempat kerjanya dan untuk mendirikan serikat pekerja.
Hendrik Sirait dari PBHI Jakarta mengatakan selama ini publik sudah bisa menilai Metro TV digunakan untuk menyampaikan pesan "terselubung" demi kepentingan partai politik tertentu.
"Tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan manajemen Metro TV kepada Luviana dengan membebastugaskannya dapat menjadi momentum bagi pekerja media untuk berkonsolidasi melawan ketidakadilan yang dilakukan pengusaha media," ujar Hendrik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




