Menara BNI Masuki Tahap Ground Breaking
Selasa, 19 April 2016 | 12:17 WIB
Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) bersinergi mendirikan ikon baru Jakarta di kawasan strategis yang terletak di pusat kota, yaitu Menara BNI.
Ground Breaking gedung baru BNI dilaksanakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno di lokasi proyek, Jalan Pejompongan Raya V Nomor 24, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa, (19/4).
Menara BNI nantinya akan menjadi ikon baru di landscape kota Jakarta karena desain gedung yang distinctive dan lokasinya yang strategis di pusat kota. Gedung yang pembangunannya ditangani oleh salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia yaitu PP ini akan menempati lahan seluas 14.817 meter persegi (m2) dengan total konstruksi seluas 64.061 m2. Bangunan ini nantinya akan terdiri atas 1 basement, 1 semi basement, 1 Ground Floor, 30 lantai, 1 roof, dan 1 parapet roof.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengungkapkan, tujuan pembangunan Menara BNI adalah sebagai upaya optimalisasi aset yang dimiliki BNI saat ini. Selain itu juga dimaksudkan untuk efisiensi biaya sewa kebutuhan ruang kantor atau office space yang terus berkembang.
Kebutuhan sewa ruang kantor untuk kantor pusat saat ini mencapai 29.677,33 m2. Dengan dibangunnya Menara BNI ini akan secara signifikan mengurangi kebutuhan sewa ruang kantor yang akan berdampak kepada efisiensi biaya sewa. "BNI juga ingin memiliki gedung baru yang iconic, inovatif, fleksibel, dan tanggap terhadap perkembangan zaman, yang kami rencanakan untuk digunakan sebagai pusat aktivitas Consumer Banking BNI," ujar Baiquni.
Sementara itu, dengan mengusung semangat melestarikan lingkungan hidup, Menara BNI juga dibangun dengan konsep green building yang akan disertifikasi oleh Green Building Council Indonesia. Konsep green yang akan diimplementasikan antara lain adalah Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas, serapan tangkapan hujan yang maksimal, penyediaan parkir sepeda, serta fasilitas shower yang mendukung bike to work. Efisiensi penggunaan energi dengan passive design dan active design, serta daylight sensor yang secara otomatis mematikan lampu saat cahaya matahari cukup terang, serta penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.
"Penerapan konsep-konsep green tersebut akan menurunkan konsumsi energi sampai dengan 30% dibandingkan dengan gedung konvensional," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




