Perhatian Komisi III Soal Sumber Waras Diduga Bermuatan Politis

Rabu, 20 April 2016 | 13:35 WIB
YP
YD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: YUD
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diwawancarai watawan, saat datang ke gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diwawancarai watawan, saat datang ke gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ketua Setara Institute Hendardi menilai perhatian Komisi III DPR RI dalam kasus Pembelian RS Sumber Waras diduga bermotif politis. Hal serupa, kata dia dipertontonkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang melakukan kunjungan khusus ke RS Sumber Waras.

"Perhatian Wakil Ketua DPR dan Komisi III DPR pada kasus ini patut diduga bermotif politik, karena sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak hadir saat diundang Komisi III DPR," ujar Hendardi di Jakarta, Rabu (20/4).

Menurut dia, membahas kasus Sumber Waras di DPR, terlalu mewah dan lebih kuat motif politiknya dibanding motif pengawasan dalam penegakan hukum.

"Mengingat kasus ini tengah bergulir di KPK, sebaiknya DPR menahan diri untuk melakuka aksi2 yg justru hanya berpotensi memperkeruh penegakan hukum. Jika hendak melakukan pengawasan, maka DPR bisa bertanya kepada KPK," jelas Hendardi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon