Tak Bisa Bertemu Ahok, Demo Mahasiswa Hampir Ricuh
Rabu, 20 April 2016 | 17:42 WIB
Jakarta - Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI, Rabu (20/4) tidak bisa bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Kesal karena tak bisa bertemu Ahok, tiga orang pendemo menyusup masuk ke gedung Balai Kota.
Ketiga pendemo tanpa jaket almamater itu tidak dikenali para polisi dan petugas keamanan dalam (pamdal) yang sedang berjaga-jaga. Para petugas menganggap ketiganya sebagai warga biasa.
Waka Polsek Gambir Kompol M Nababan mengatakan ketiga mahasiswa tersebut masuk ke dalam Balai Kota mengaku ingin menjalankan shalat di masjid Fatahillah.
Ternyata, mereka mendatangi pintu masuk gedung Balai Kota DKI yang juga tempat kerja Ahok. Polisi dan pamdal langsung menggiring ketiga mahasiswa itu keluar dari kawasan Balai Kota.
"Mereka ingin masuk bertemu dengan Ahok. Tapi enggak ditemui," kata Nababan di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (20/4).
Salah satu pendemo yang mengatasnamakan BEM se-Indonesia wilayah Jabodetabek-Banteng, Ichsan, sempat masuk ke gedung Balai Kota.
Ichsan mengatakan telah menyampaikan surat permohonan audisensi pada hari Jumat lalu. Namun, dia kecewa karena surat tersebut tak ditanggapi Ahok.
Setelah gagal bertemu Ahok, ketiga mahasiswa itu memulai kericuhan dengan berteriak-teriak meminta audiensi. Massa pendemo pun sempat hampir terprovokasi.
Anggota polisi sempat menyita salah satu bendera milik pendemo. Beruntung tak ada adu pukul dalam aksi itu. Namun, hanya aksi tarik menarik supaya ketiga mahasiswa yang berhasil masuk bisa ditarik keluar gedung Balai Kota.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




