Pesepeda Telanjang di Jalanan Peru
Minggu, 11 Maret 2012 | 09:06 WIB
Sebagai bentuk pengundang perhatian agar dibuat peraturan melindungi pesepeda.
Sekitar tiga ratus pesepeda mengitari jalanan di sekitar ibukota negara Peru, Lima, hari Sabtu (10/3). Uniknya, mereka tidak mengenakan pakaian, alias telanjang.
Para pesepeda ini mencoba menarik perhatian pembuat peraturan di negaranya agar dibuatkan hukum yang melindungi pesepeda.
Kebanyakan para pesepeda menempelkan poster dan mewarnai sepeda dan tubuh telanjang mereka dengan cat bertuliskan slogan-slogan untuk keselamatan pesepeda.
Menurut salah satu penyelenggara, Octavio Zegarra, para pemrotes ini ingin menunjukkan, "Ini adalah tubuh kami. Dengan tubuh ini kami bersepeda di jalan raya. Kami tidak memiliki mobil untuk melindungi tubuh ini."
Harapan para pemrotes ini, mereka yang mengemudikan kendaraan lain agar menghormati mereka juga.
Para pesepeda ini mengkhawatirkan keselamatan mereka mengingat tingginya angka kecelakaan yang dialami pesepeda di negara tersebut, sekitar 2.830 orang pesepeda meninggal di Peru selama 2011.
"Saya melakukan hal ini untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan hak kami. Contoh, jalur pesepeda tidak pernah benar-benar kosong. Selalu saja ada taksi yang diparkirkan di sana, atau digunakan polisi untuk beristirahat di jalur itu," kata salah satu pemrotes, Milagro Esquivel, dikutip dari kantor berita Reuters.
Sekitar tiga ratus pesepeda mengitari jalanan di sekitar ibukota negara Peru, Lima, hari Sabtu (10/3). Uniknya, mereka tidak mengenakan pakaian, alias telanjang.
Para pesepeda ini mencoba menarik perhatian pembuat peraturan di negaranya agar dibuatkan hukum yang melindungi pesepeda.
Kebanyakan para pesepeda menempelkan poster dan mewarnai sepeda dan tubuh telanjang mereka dengan cat bertuliskan slogan-slogan untuk keselamatan pesepeda.
Menurut salah satu penyelenggara, Octavio Zegarra, para pemrotes ini ingin menunjukkan, "Ini adalah tubuh kami. Dengan tubuh ini kami bersepeda di jalan raya. Kami tidak memiliki mobil untuk melindungi tubuh ini."
Harapan para pemrotes ini, mereka yang mengemudikan kendaraan lain agar menghormati mereka juga.
Para pesepeda ini mengkhawatirkan keselamatan mereka mengingat tingginya angka kecelakaan yang dialami pesepeda di negara tersebut, sekitar 2.830 orang pesepeda meninggal di Peru selama 2011.
"Saya melakukan hal ini untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan hak kami. Contoh, jalur pesepeda tidak pernah benar-benar kosong. Selalu saja ada taksi yang diparkirkan di sana, atau digunakan polisi untuk beristirahat di jalur itu," kata salah satu pemrotes, Milagro Esquivel, dikutip dari kantor berita Reuters.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




