Abu Sayyaf Penggal Sandera Warga Kanada di Filipina
Selasa, 26 April 2016 | 23:58 WIB
Manila – Kelompok militan Islam di Filipina telah memenggal seorang sandera berkewarganegaran Kanada sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi lebih dari 20 warga asing lain yang ditahan di pulau-pulau terpencil. Di sisi lain tentara dan polisi berjanji untuk memburu para ekstremis, pada Selasa (26/4).
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dan pihak berwenang Filipina mengindentifikasi korban pemenggalan sebagai John Ridsdel, seorang pensiunan berusia 60 tahunan yang diculik sejak tujuh bulan lalu dari kapal yacht, saat sedang bersama dengan pria Kanada lainnya, seorang warga Norwegia, dan seorang wanita Filipina.
"Ini adalah tindak pembunuhan berdarah dingin dan seluruh tanggung jawab ada pada kelompok teroris yang menyandera dia," ujar Trudeau di Ottawa.
Adapun penggalan kepala Ridsdel ditemukan dibuang di luar balai kota Jolo, Senin (25/4). Wilayah Jolo merupakan pulau yang memiliki pegunungan dan dipenuhi hutan yang lebat, di sebelah selatan jauh Filipin, serta merupakan kubu kelompok Islam Abu Sayyaf.
Keempat orang itu diculik di sebuah dermaga di dekat kota besar Davao, yang berjarak lebih dari 500 kilometer dari Jolo.
Tindakan tersebut merupakan bagian dari gelombang penculikan yang dilakukan Abu Sayyaf – jaringan militan yang ada selama 20 tahun menjalankan aksi penculik untuk memperoleh uang tebusan.
Selain Ridsdel, tiga orang lainya, sesama warga negara asal Kanada Robert Hall, kekasih Hall, Marites Flor, dan manajer resor asal Norwegia Kjartan Sekkingstad.
Setelah enam pekan diculik, kelompok pria bersenjata merilis sebuah video rekaman para korban sandera yang ditahan di hutan, sekaligus menuntut uang tebusan masing-masing setara US$ 21 juta untuk membebaskan tiga warga asing.
Sandera pria tersebut dipaksa untuk memohon diselamatkan di depan kamera, dan video-video serupa di-posting selama beberapa bulan dengan memperlihatkan kondisi para sandera yang semakin lemah.
Dalam video terbaru, Ridsdel menyebutkan para penculik akan membunuhnya pada 25 April jika uang tebusan sebesar US$ 6,4 belum dibayarkan.
Beberapa jam setelah tenggat waktu pemberian uang tebusan terlewat, polisi di Filipina mengatakan ada dua orang mengendarai sepeda motor membuang penggalan kepala di dekat balai kota, di Jolo, yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Manila.
Korban terpenggal, Ridsdel, adalah mantan wartawan, seorang eksekutif di perusahaan minyak, dan sangat gemar berlayar. Dia memutuskan pindah ke Filipina untuk mengelola tambang emas sebelum pensiun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




