Sering Bikin Onar, Petarung MMA Asal Prancis Tewas Ditembak Polisi

Senin, 2 Mei 2016 | 17:40 WIB
IM
FH
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: FER
Warga negara Prancis, Amokrane Sabet, 49, (Tengah) terpaksa ditembak mati oleh polisi setelah menikam anggota kepolisian hingga tewas.
Warga negara Prancis, Amokrane Sabet, 49, (Tengah) terpaksa ditembak mati oleh polisi setelah menikam anggota kepolisian hingga tewas. (Myspace)

Denpasar - ‎Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis, Amokrane Sebet (49), terpaksa ditembak mati oleh polisi di bagian dada dan kepalanya, setelah menikam anggota kepolisian Anak Agung Putu Sudi (39) dengan pisau hingga tewas.

Selain membunuh anggota kepolisian, pria berbadan gempal dan penuh tato tersebut, juga menyimpan sejumlah catatan buruk terhadap warga di sekitaran Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Hal ini terkuak, usai polisi melakukan pendalaman yang menemukan bukti izin tinggal pelaku yang habis September 2015 lalu.

"Selain izin tinggal yang sudah habis September tahun lalu, juga diketahui ketika berkunjung ke restoran tidak pernah membayar," ujar Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Sugeng Priyanto, Senin (2/5).

Berdasar informasi yang dihimpun SP, peristiwa ini terjadi Senin (2/4) sekitar pukul 11.00 Wita. ‎Amok sendiri nekat melakukan perlawanan terhadap polisi yang hendak menjemput paksa dirinya. Amok keluar dari rumahnya di Jalan Pantai Berawa membawa sebilah pisau.

Amok sendiri nekat melakukan perlawanan terhadap polisi yang hendak menjemput paksa dirinya. Ia keluar dari rumahnya di Jalan Pantai Berawa membawa sebilah pisau dan selanjutnya menyerang polisi yang sedang menjalankan tugasnya.

Seorang anggota polisi, Anak Agung Putu Sudi (39) meregang nyawa setelah mendapat 8 tusukan dalam aksi bengis Amokrane. Tusukan itu menghujam anggota polisi di bagian leher, dada hingga mengenai jantung. Tusukan juga ada di bagian paha.

"Kurang lebih dua tahun pelaku tinggal di Bali. ‎Dan selama itu, sering sekali membuat keonaran seperti tidak membayar di restoran dan mengatai warga dengan kata-kata, ‘I Kill You, Fuck You’ dan kata-kata kasar lainnya," tegas Sugeng.

Sugeng mengaku, sebelum penangkapan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Konsulat Jendral Perancis. Pihaknya, ingin menemui baik-baik pelaku karena ada masalah juga dalam surat panggilan oleh Polsek Kuta Utara pernah disobeknya.

"Pelaku membawa pisau, menyerang polisi hingga anggota kami sampai meninggal. Tadi juga kami sempat memberikan tembakan peringatan. Pelaku yang membawa pisau itu menusuk anggota kami di beberapa bagian tubuh. Karena tembakan peringatan tidak dihiraukan, maka kami tembak dengan peluru tajam," katanya.

Membuat Onar

Dari penelusuran yang dilakukan polisi, selain melakukan pembunuhan, bule Prancis, Amokrane Sabet alias Amok sangat meresahkan Warga Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali.

Ulah Amokrane yang meresahkan setiap orang yang berada di Berawa, baik warga, pekerja pariwisata, pemilik akomodasi pariwisata, dan para wisatawan tengah dalam kesusahan lantaran warga berkebangsaan Prancis, mengancam keselamatan mereka.

Menurut seorang pemilik restoran yang tak mau disebutkan namanya, Amokrane telah di-blacklist oleh pemilik akomodasi pariwisata di dua wilayah yakni di Berawa dan Seminyak-Kuta. Dirinya sering melakukan keonaran seperti memakai fasilitas pariwisata tanpa pernah mau membayar, ugal-ugalan saat mengendarai mobilnya sambil menyalakan musik dengan kencang, makan di restoran tanpa membayar dan sikapnya sering mengancam.

Atas beberapa keresahan yang ada di masyarakat, pihak kepolisian telah memanggilnya namun belum berhasil ditangani. Hingga akhirnya, Amokrane terpaksa ditembak karena melakukan penusukan terhadap petugas kepolisian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon