AS Berharap Selamatkan Gencatan Senjata Suriah
Senin, 2 Mei 2016 | 22:27 WIB
Jenewa – Serangan udara terbaru kembali memukul kota Aleppo, Suriah, pada Senin (2/5), di saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) John Kerry berupaya menyelamatan perjanjian gencatan senjata yang dicapai dua bulan lalu, di negara yang dilanda perang.
Kerry tiba di Jenewa, pada Minggu (1/5) malam waktu setempat, dengan tujuan mengadakan pembicaraan dengan utusan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah Staffan de Mistura dan menlu Arab Saudi. Namun ketidakhadiran Rusia telah mengganggu proses tersebut.
Washington dan Moskow adalah sponsor bersama dari proses perdamaian Suriah, dan de Mistura telah menegaskan bahwa dia hanya melihat sedikit kemajuan tanpa adanya perjanjian.
Kendati setuju pada teori untuk mendukung gencatan senjata, Rusia telah berbuat banyak untuk mengendalikan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad di sekitar Aleppo, yang kembali beraksi pada Senin.
Di sisi lain, pertempuran yang berlangsung selama lebih dari sepekan di dalam dan sekitar kota kedua di Suriah itu telah menewaskan ratusan warga sipil dan serangan-serangan udara terbaru mengenai kubu pemberontak di Aleppo timur, pada dini hari.
Menurut koresponden AFP, di bagian utara kota Suriah, beberapa wilayah termasuk distrik padat penduduk di Bustan al-Qasr, terkena serangan.
"Apa yang terjadi di Aleppo adalah bentuk kemarahan. Ini adalah pelanggaran terhadap seluruh undang-undang kemanusiaan. Ini adalah kejahatan. Ini adalah pelanggaran terhadap semua pemahaman yang dicapai," ujar Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir saat bertemu dengan Kerry. Dia juga menuding Assad dan Rusia telah melanggar perjanjian internasional untuk mendukung perdamaian.
Sedangkan Kerry merespons masalah itu lebih hati-hati dengan menjelaskan bahwa Washington akan mendesak para pemberontak moderat memisahkan diri mereka dari jihadis Front Al-Nusra di Aleppo.
Di sisi lain, Rusia dan rezim Assad telah memanfaatkan keberadaan Al-Nusra, yang bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata pada 27 Februari, sebagai alasan untuk menekan serangan mereka.
"Inilah yang kami bicarakan, antara lain. Ada sejumlah cara berbeda untuk melakukan pendekatan itu. Ada banyak percakapan yang terjadi kemari, sehari sebelumnya, di hari ini, dan kami semakin dekat dengan pemahaman. Tapi kami memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan," kata Kerry.
Menlu AS yang tiba pada Minggu malam waktu setempat, berkata: "Kami berbicara secara langsung dengan pihak Rusia, bahkan di saat ini. Harapannya adalah agar kami dapat membuat beberapa kemajuan," tambahnya, menjelang pertemuan dengan Menlu Yordania Nasser Judeh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




