Penerapan E-Ticketing di Ragunan Dapat Kurangi Copet
Rabu, 4 Mei 2016 | 16:34 WIB
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan apresiasi terhadap peresmian tiket elektronik atau e-ticketing sebagai tiket masuk pengunjung ke Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Menurutnya, penerapan e-ticketing ini melalui Jakcard Bank DKI dapat mengurangi copet di kawasan Ragunan.
"Ini merupakan awalan yang baik dari Bank DKI. Jadi pengunjung nggak perlu beli tiket manual lagi. Artinya, pengunjung nggak perlu bawa uang tunai. Jadi ini bisa mengurangi copet," kata Djarot seusai menyaksikan peresmian e-ticketing dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Bank DKI dengan Kepala TMR di TMR, Jakarta Selatan, Rabu (4/5).
Dalam kesempatan itu, sekali lagi mantan Wali Kota Blitar ini meminta Bank DKI semakin meningkatkan kemampuan sistem informasi dan teknologi (IT) perbankannya.
Dengan perbaikan sistem IT perbankan, diharapkan Bank DKI mampu mendukung berbagai program Pemprov DKI. Terutama program pemerintah pusat yang sedang digencarkan juga oleh Pemprov DKI. Yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
"GNNT ini digagas pemerintah pusat. Ini program yang sangat bagus untuk warga Ibu Kota. Sebab dengan gerakan non tunai, warga berkurang membawa uang tunai. Makanya copet pun di Jakarta jadi berkurang," ujarnya.
Tidak hanya itu, dengan gerakan non tunai ini dapat menekan serendah mungkin tingkat penyalahgunaan uang. Juga meminimalisir tindakan korupsi atau kebocoran penggunaan keuangan daerah.
"Saat ini, Pemprov DKI sudah mendukung GNNT. Seperti pembayaran PBB non tunai, bayar PDAM air non tunai. Nanti kedepan, bayar iuran rusunawa non tunai, transjakarta non tunai, listrik non tunai. Lalu parkir non tunai, samsat non tunai, semuanya non tunai," terangnya.
Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi mengatakan untuk pertama kalinya, warga dapat membeli kartu e-ticketing, Jakcard dengan nilai Rp 30.000. Isi saldo dalam kartu Jakcard tersebut ada sebanyak Rp 20.000.
"Ada juga kartu perdananya seharga Rp 60.000 dengan saldonya senilai Rp 50.000. Pengunjung bisa memilih salah satu dari kartu perdana tersebut," kata Kresno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




