Korban Terakhir Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu Ditemukan

Senin, 9 Mei 2016 | 14:19 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Anggota Polisi Perairan Kepulauan Seribu dibantu anggota Ditpolair Polda Metro Jaya mengevakuasi sisa satu orang jenazah wisatawan yang tenggelam saat sedang memancing di Dermaga Marina, Ancol Taman Impian, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, 9 Mei 2016.
Anggota Polisi Perairan Kepulauan Seribu dibantu anggota Ditpolair Polda Metro Jaya mengevakuasi sisa satu orang jenazah wisatawan yang tenggelam saat sedang memancing di Dermaga Marina, Ancol Taman Impian, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, 9 Mei 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Kepulauan Seribu kembali menemukan jenazah dari korban terakhir wisatawan yang tenggelam saat sedang memancing dengan kapal nelayan di perairan antara Pulau Panggang dengan Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Senin (9/5).

Penemuan tersebut melengkapi lima jenazah dari total delapan penumpang yang sebelumnya yang ditemukan oleh Polres Kepulauan Seribu pada Sabtu (7/5). Dua orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat, yakni seorang kapten (pemilik kapal‎) dan seorang wisatawan.

Kasatpolair Polres Kepulauan Seribu, AKP Zaroki Saputra, mengatakan pihaknya berhasil menemukan korban terakhir wisatawan yang tenggelam ‎akhir pekan lalu dari laporan seorang nelayan yang sedang memeriksa kerambanya.

"Ditemukan pada hari ketiga‎ ini setelah seorang nelayan pada pagi hari tadi melaporkan ada sesosok tubuh manusia yang mengambang dan tersangkut di antara keramba ikan sekitar Perairan Karang Lebar," ujar Zaroki, Senin (9/5) siang di Dermaga Marina, Kawasan Wisata Terpadu Ancol Taman Impian, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Korban terakhir diketahui bernama ‎Giok Liong (58) warga Jalan Tangkihun III, RT08/RW02, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jenazah tersebut ditemukan sejauh dua mil dari titik awal kapal nelayan yang ditumpangi korban tenggelam. Kapal tenggelam karena mengalami kebocoran saat korban dan penumpang lainnya sedang tertidur.

Menurutnya, evakuasi terhadap jenaza‎h tersebut dilakukan dengan menggunakan tujuh unit kapal, yakni Kapal Polair Polres Kepulauan Seribu, Kapal Basarnas, Kapal KPLP, Kapal Sudin Damkar dan Penanggulan Bencana Kepulauan Seribu, serta Sudin Perhubungan dan Transportasi Kepulauan Seribu.

"Kami juga melibatkan nelayan yang menemukan jenazah korban untuk ikut proses evakuas. Pengambilan jenazah dilakukan dengan menggunakan Kapal Dishub Kep. Seribu karena di lokasi penemuan banyak ditemukan karang sehingga hanya kapal jenis tertentu yang bisa melakukan manuver," jelasnya.

Setelah dievakuasi ke Pulau Karya, jenazah tiba di Dermaga 1 Marina Ancol pada pukul 12.30 WIB. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani proses autopsi dan pengambilan jenazah oleh pihak keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Kepulauan Seribu Utara, AKP Fredy Yudha Satria, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tenggelamnya kapal nelayan yang menyebabkan enam orang dari delapan orang penumpangnya meninggal.

"Kami masih melakukan pemeriksaan bersama anggota Reskrim Polres. Saat ini kami tengah memeriksa saksi-saksi yang masih hidup untuk dimintai keterangan," ujar Fredy.

Ia mengungkapkan kondisi dari ‎pemilik kapal, yakni Abdul Wahab (37) juga masih dalam keadaan shock, sehingga pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih menunggu kondisinya stabil.

"Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan dalami terlebih dahulu kesalahan prosedur saat sedang melakukan pemancingan," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon