Penerapan 3 in 1 Pagi Pasti Dihapuskan
Selasa, 10 Mei 2016 | 09:52 WIB
Jakarta - Uji coba penghapusan 3 in 1 masih diberlakukan hingga tanggal 15 Mei 2016 mendatang. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dari hasil uji coba tersebut penerapan 3 in 1 dipastikan tidak akan diterapkan pada pagi hari.
"Tinggal kita evaluasi apakah sore juga tidak ada atau sore kita pertahankan. Nah itu yang kami lagi evaluasi," ujar Basuki di Balai Kota, Selasa (10/5).
Ia mengatakan, dari hasil evaluasi penghapusan 3 in 1 ini, kemacetan yang terjadi juga tetap tidak ada perubahan. Bahkan setelah satu bulan uji coba penghapusan ini, warga Jakarta juga sudah pintar mencari jalan-jalan alternatif. Terlebih sudah ada aplikasi berbasis lalu lintas yang bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Pertama saja kan euforia (dihapuskan 3 in 1) mau pulang cepat. Sekarang juga relatif. Waktu ada 3 in 1 macet tidak Jakarta? Macet juga kok," katanya.
Ia mengatakan, saat ini para penumpang bus tingkat justru malah meningkat, setidaknya sudah mencapai 4.000 orang. Melihat itu, pihaknya juga akan menambah lagi operasional bus tingkat meksipun saat ini baru enam armada saja.
"Kami mau beli lagi bus tingkat 25 unit untuk jalan gratis, ini cukup lumayan. Lalu ada steril koridor 1, lumayan lho banyak teman-teman saya bilang dia kalau mau ke Kota dari selatan ya, dia parkir mobilnya di hotel terus naik Transjakarta," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




