Proyek LRT Jabodetabek Terhenti, Pekerja Bertanya-tanya

Rabu, 11 Mei 2016 | 12:05 WIB
MN
FB
Penulis: Mikael Niman | Editor: FMB
Proyek LRT Jabodetabek
Proyek LRT Jabodetabek (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Bekasi - Sejumlah pekerja proyek light rail transit (LRT) Jabodetabek yang mengerjakan pemasangan tiang pancang di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menghentikan pekerjaan proyek sejak seminggu yang lalu. Namun para pekerja dari sub kontrak PT Adhi Karya tersebut belum mendapat informasi terkait kelanjutan proyek LRT Jabodetabek yang sedang digarapnya.

"Sejak lima hari yang lalu, para pekerja tidak mengerjakan apa-apa. Pimpinan kami tidak memberitahukan alasan penghentian proyek pemasangan tiang pancang ini," ujar salah satu pekerja dari PT Insema Sunly Engineering yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (11/5).

Meski begitu, kata dia, sebanyak 12 pekerja yang bersiaga di lokasi pemasangan tiang pancang di pinggir Tol Jakarta-Cikampek atau tepatnya di RT 03/RW 25 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. "Kami belum ada instruksi untuk meninggalkan lokasi proyek," sambungnya.

Dia menambahkan, semua alat berat berupa crane pemasangan paku bumi serta alat berat lainnya masih bersiaga di lokasi pembangunan. Tidak adanya pekerjaan yang digarap oleh pekerja ini, membuat pekerja menjadi resah karena jangka waktu penyelesaian menjadi tidak menentu.

Sementara itu, warga sekitar mengaku sudah tidak mendengar suara yang keluar dari pengoperasian alat-alat berat, sejak sepekan lalu. Biasanya warga mendengar suara bising dan merasakan getaran tanah di sekitar lokasi pengerjaan proyek, setiap harinya. "Sudah seminggu ini, kami tidak lagi mendengar alat berat dioperasikan. Biasanya, kami mendengar suara tumbukan paku bumi dipasang. Tanah ikut bergetar," ujar Rahmawati, pemilik warung kopi yang berada di sekitar lokasi proyek LRT.

Dia menceritakan, awal pembangunan proyek LRT Jabodetabek di sekitar perumahan RW 25 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, sempat mendapat penolakan dari warga sekitar. Bahkan puluhan kepala keluarga (KK) sempat melakukan aksi demonstrasi di sekitar pembangunan proyek LRT, RW 25 Kelurahan Margahayu, pada 25 Maret 2016. Mereka merasa terganggu dengan pengerjaan proyek tersebut.

"Karena awalnya kami tidak diberitahukan adanya proyek kereta cepat ini. Setelah melakukan perundingan di Kantor Keluarahan Margahayu, akhirnya kami baru mengetahui adanya rencana Presiden Joko Widodo bangun kereta cepat di sekitar perumahan kami," ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, tidak ada lagi warga yang menolak pembangunan LRT Jabodetabek di sekitar perumahan mereka. Bahkan, warga sekitar pun memberi dukungan untuk percepatan pembangunan kereta ringan tersebut, mengingat keberadaan moda transportasi massal ini sangat dibutuhkan warga Kota Bekasi.

"Setelah demo itu, warga sekitar menjadi terbuka dengan para pekerja proyek. Mereka sering ngopi dan makan di tempat saya," imbuhnya.

Pantauan di lokasi pembanguan proyek LRT Jabodetabek, RW 25 Keluarahan Margahayu, Bekasi Timur tampak dua alat berat yakni crane paku bumi dan backhoe masih berada di sekitar pembangunan proyek. Menurut pekerja, kedua alat berat tersebut kondisinya siap dioperasikan. "Tidak ada yang rusak, cuma kami masih menunggu perintah kelanjutan proyek," ujar pekerja proyek.

Pekerja tersebut menjelaskan, lokasi tiang pancang proyek LRT di RW 25 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, diapit oleh jalan layang yang membentang di atas tol Jakarta Cikampek dan diapit kabel saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet). Di sebelah timur Tol Jakarta-Cikampek terdapat kabel sutet dan di sebelah barat terdapat fly over Jalan RA Kartini.

Menurut penuturan pekerja proyek, rencana pembangunan rel LRT berada di atas fly over Jalan RA Kartini lalu agak menurun saat mendekati kabel sutet di sebelah timur Tol Jakarta-Cikampek. "Di bawah kabel sutet, tanahnya sudah kami keruk sedalam satu meter agar rel kereta LRT nantinya menyentuh kabel sutet," ujarnya.

Desain Stasiun LRT Jabodetabek, pembangunan tahap I rute Bekasi Timur-Bekasi Barat-Jatibening-AURI Halim Perdanakusuma-Cawang, melintas di pinggir Tol Jakarta-Cikampek. Lalu rute Cibubur-Ciracas-Kampung Rambutan-Cawang, melintas di pinggir Tol Jagorawi. Dari Cawang, rute akan dilanjutkan hingga ke Dukuh Atas yang rencananya akan digarap oleh PT Jakarta Propertindo.

Pengerjaan proyek LRT Jabodetabek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan nilai proyek sebesar Rp 12 triliun dengan panjang sekitar 42,1 kilometer. Sedangkan LRT Jakarta dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo dengan nilai proyek Rp 12,56 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon