Atasi Kekerasan Anak, Polisi Harus Bersinergi dengan Institusi Lain
Rabu, 11 Mei 2016 | 22:36 WIB
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, polisi harus bersinergi dengan institusi lain untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap anak.
Langkah konkretnya, Polda Metro Jaya menurunkan Bhabinkamtibmas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai tindakan pencegahan di lapangan.
"Pada aspek preventif, pencegahan dan penangkalan kita harus sinergi dengan institusi lain. Artinya, bersama-sama," ujar Moechgiyarto, Rabu (11/5).
Dikatakan Moechgiyarto, penegakan hukum harus tepat dan benar, termasuk ketika anak menjadi pelakunya.
"Kalau anak harus sesuai aturan main proses hukumnya. Jadi sudah ada aturan main mana kala anak berhadapan dengan hukum. Apa sebagai saksi, saksi korban, atau pelaku," ungkapnya.
Menyoal apa bentuk konkret Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi kekerasan terhadap anak, Moechgiyarto menyampaikan, anggota Bhabinkamtibmas diturunkan untuk memberikan penyuluhan.
"Bhabinkamtibmas turun ke lapangan memberikan penyuluhan ke masyarakat. Hati-hati sama anak-anak kita. Itu wujudnya, bersinergi dengan Babinsa, Lurah, RT, RW. Harus terprogram dengan baik," katanya.
Diketahui kekerasan terhadap anak terus saja terjadi. Senin (9/5) kemarin, seorang bocah perempuan berinisial PSA (12), diperkosa orang tak dikenal dalam perjalanan pulang ke rumah setelah mengikuti les mata pelajaran sekolah, di Kampung Cakung, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki siapa pelakunya. Polisi belum mengetahui identitas pelaku, namun sudah mengantongi ciri-cirinya. Antara lain, berbadan kurus, kulit hitam, tinggi, rambut ikal, dan berusia tua di atas 50 tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




