Diduga Dipukuli Aparat, Suporter Persija Meninggal
Minggu, 15 Mei 2016 | 13:30 WIB
Jakarta- Suporter Persija Jakarta atau The Jakmania atas nama Muhammad Fahreza (16), meninggal dunia diduga akibat dipukuli aparat pada saat terjadi kericuhan suporter ketika hendak menyaksikan Persija Jakarta kontra Persela Lamongan, dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Reza menjadi korban tindakan kekerasan anggota polisi pada saat menangani kericuhan penonton di SUBGBK, Jumat (13/5) malam.
Kericuhan terjadi karena para suporter berebut ingin masuk ke dalam stadion. Korban yang saat itu ke SUGBK bersama kakaknya Suyatna, terpisah. Namun, ketika dicari ternyata korban ditemukan dalam keadaan kritis diduga dipukuli aparat kepolisian. Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Andika, Rumah Sakit Zahira dan Rumah Sakit Marinir Cilandak. Namun, sayang nyawanya tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pukul 08.00 WIB tadi pagi. Korban dibawa ke rumah duka di Jalan Sawo Ciganjur, Cipendak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rencananya, akan dimakamkan siang ini.
Ketika dikonfirmasi terkait kasus ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, pihaknya akan mengecek insiden itu. "Sudah saya minta Polres Jakarta Selatan untuk cek kebenarannya. Karena saat pengamanan hari Jumat sampai dengan pukul 24.00 WIB, belum ada laporan tersebut," ujar Awi, Minggu (15/5).
Dikatakan Awi, semua informasi perlu diklarifikasi dulu kebenarannya. Namun, kalau peristiwa itu benar tentu bidang Propam akan turun melakukan penyelidikan. "Kalau benar, tentunya akan diturunkan Propam untuk menyelidiki kasus tersebut," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




