Lawatan Pejabat Tiongkok Disambut Aksi Protes
Kamis, 19 Mei 2016 | 00:18 WIB
Hong Kong – Warga Hong Kong mengungkapkan kemarahan dengan memprotes kedatangan pejabat tinggi Beijing, yang kerap menyerukan slogan-slogan demokrasi, Rabu (18/5). Padahal kenyataan yang dirasakan Hong Kong, misi itu masih jauh dari yang dibayangkan dan kedatangannya dipandang sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan politik yang meluas di kota ini.
Lawatan tiga hari yang dilakukan Zhang Dejiang, ketua dewan legislatif komunis Tiongkok, adalah pertamakalinya dilakukan oleh seorang pejabat senior selam empat tahun. Namun, lawatan tersebut menuai kekhawatiran bahwa kebebasan di wilayah semi otonomi Hong Kong masih di bawah acaman Beijing, yang kian memperkuat cengkeramannya.
Meski tampaknya kedatangan Zhang untuk menghadiri konferensi ekonomi, tapi hal itu dipandang luas sebagai upaya damai dan peluang untuk mengukur apakah Beijing harus mendukung pemimpin kota, tak populer, Leung Chun-ying untuk masa jabatan kedua.
Selama berpidato di konferensi rencana perdagangan internasional dan investasi Tiongkok dengan tema One Belt, One Road, Zhang mendesak warga Hong Kong untuk memainkan peranan lebih besar dalam strategi pembangunan nasional Tiongkok.
"Saya harap warga Hong Kong dengan pikiran dan visi yang lebih luas akan sepenuhnya merebut peluang utama dari Belt and Road," katanya.
Dia juga menekankan soal berbagi kebudayaan Kanton dari Tiongkok selatan dan Hong Kong sebagai upaya nyata untuk meredakan kekhawatiran Beijing, yang sedang mencoba mengikis identitas terpisah di kota itu.
Warga Hong Kong sendiri lebih sering berbicara dalam bahasa Kanton ketimbang Mandarin yang mendominasi wilayah daratan. Bahkan ada kekhawatiran penggunaan bahasa itu sedang dikurangi.
Di sisi lain, rasa frustasi akibat kurangnya reformasi politik telah memicu gerakan kemerdekaan yang dapat dikatakan masih hijau, serta adanya kecaman oleh pemerintahan Hong Kong dan daratan Tiongkok.
Selain menghadiri konferensi ekonomi, Zhang dijadwalkan menemui para anggota parlemen termasuk empat anggota dewan legislatif pro-demokrasi, pada Rabu malam waktu setempat. Itu merupakan langkah yang jarang dilakukan, setelah sebelumnya dia berjanji mendengar tuntutan-tuntutan politik dari seluruh lapisan masyarakat.
Namun, lawan-lawannya mengkritik Zhan, dengan menyebutnya sedang melakukan diplomasi tokenistic dan mengecam otoritas Hong Kong karena memberlakukan keamanan tertutup di distrik Wanchai atas lawatannya,
Jalan-jalan di sekitar hotel, tempat Zhang menginap dan lokasi penyelenggaraan konferensi ditutup dengan barikade-barikade besar berisikan air. Para pengunjuk rasa juga dialihkan ke daerah-daerah yang telah disediakan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




