Gunung Sinabung Kembali Semburkan Awan Panas, 3 Tewas dan 4 Kritis
Minggu, 22 Mei 2016 | 07:03 WIB
Medan- Luncuran awan panas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (21/5) sore, kembali menelan korban. Awan panas yang meluncur sekitar pukul 17.00 WIB menyapu Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak kawah.
Akibatnya tujuh warga yang sedang bertani menjadi korban, tiga di antaranya tewas, sedangkan empat warga kritis akibat luka bakar. Korban tewas yakni Irwansyah Sembiring (50), Karman Meliala (60) dan Nanin beru Sitepu (50). Sedangkan ke-4 korban luka yakni Ibrahim Sembiring (51), Cahaya beru Tarigan (45), Ersada Ginting (55) Cahaya Sembiring (57).
"Berdasarkan laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karo, tiga meninggal dan empat luka-luka dalam kondisi kritis. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban. Pencarian korban akan dilanjutkan pada Minggu (22/5) dengan memperhatikan aktivitas erupsi Gunung Sinabung," kata Kepala Pusat data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (21/5).
Seharusnya, dikatakan, Desa Gamber yang berada 4 kilometer dari puncak kawah, tetap dalam keadaan kosong karena merupakan zona merah "Sebagian besar warga desa Gamber telah mengungsi dan rencananya akan direlokasi mandiri. Masyarakat desa Gamber juga sebelumnya telah diberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah oleh pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di zona merah,"ujar Sutopo.
Aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi mencapai 4,5 km hingga Sungai Lao Borus ke arah Barat. Guguran panas terjadi secara menerus pada pukul 14.28 WIB, 15.08 WIB, 16,39 WIB, dan 16.48 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




