Prihatin Generasi Muda, Alumni Boedoet Gagas MOS Nasionalisme

Minggu, 22 Mei 2016 | 19:22 WIB
EH
B
Penulis: Euis Rita Hartati | Editor: B1
Ketua Harian Alumni Boedoet Mughi Nurhani didampingi Ketua Alumni Boedoet Angkatan 86 Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM, melepas peserta Fun Walk, yang digelar  dalam rangka reuni Alumni Boedoet Angkatan 86 bertema 30 Tahun Kebersamaan, di Jakarta, Minggu (22/5).
Ketua Harian Alumni Boedoet Mughi Nurhani didampingi Ketua Alumni Boedoet Angkatan 86 Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM, melepas peserta Fun Walk, yang digelar dalam rangka reuni Alumni Boedoet Angkatan 86 bertema 30 Tahun Kebersamaan, di Jakarta, Minggu (22/5). (istimewa )

Jakarta - Prihatin atas rasa kebangsaan yang mulai memudar di kalangan generasi muda, ikatan alumni SMAN 1 Jakarta, atau dikenal dengan nama SMA Boedoet, menggagas kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang berbasis nasionalisme. Kegiatan ini akan menggandeng tiga Kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Pertahanan.

"Kegiatan akan dilakukan pada ajaran baru tahun ini, di sekolah SMA 1 Boedoet. Jika berhasil, akan menjadi pilot project untuk diterapkan di SMA di Jakarta, dan kami bergarap nantinya bisa diterapkan di daerah-daerah lain secara nasional, karena ini yang pertama dan satu-satunya di Indonesia," kata Ketua Alumni Boedoet Angkatan 86 Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM, yang ditemui di sela Fun Walk dalam rangka reuni Alumni Boedoet Angkatan 86 bertema 30 Tahun Kebersamaan, di Jakarta, Minggu (22/5).

Menurut dia, apa yang dilakukan ini berangkat dari rasa keprihatinan dan kekhawatiran akan memudarnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Hal ini akibat gencarnya berbagai macam informasi dan budaya dari negara luar yang masuk ke Indonesia. "Kami ingin menumbuhkan lagi rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda, dan ini dimulai dari sekolah kami," kata Novyan.

Program serupa sebenarnya diberikan pada sekolah-sekolah tertentu. Namun, untuk sekolah umum, dia menilai masing sangat kurang. Adapun ketiga kementerian yang digandeng tersebut masing-masing akan memberikan materi,sesuai bidang masing-masing. Tak lupa disisipkan pula program-program lama seperti pengenalan butir-butir Pancasila, namun akan dikemas lebih modern, sehingga bisa diterima oleh generasi saat ini. "Kalau dulu kita punya program penataran P4, mungkin akan dibuat semacam itu namun kemasannya lebih kekinian. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kesadaran berbangsa di kalangan generasi muda," paparnya.

Ketua Harian Boedoet Mughi Nurhani menyatakan pihaknya menyambut positif gagasan yang dilontarkan alumni Angkatan 86 tersebut. Nantinya, kata dia, program ini juga akan didukung oleh alumni angkatan lainnya. "Secara keseluruhan, alumni Boedoet terdapat 38  angkatan dengan anggota sekitar 18 ribu orang. Akan ada banyak kegiatan positif lainnya yang dilakukan alumni Boedoet. Ini adalah satu diantaranya," kata Mughi.

Reuni 30 Tahun

Pada kesempatan tersebut, Novyan mengatakan bahwa dalam rangka 30 tahun kebersamaan Alumni Boedoet angkatan 86, pihaknnya menggelar serangkaian kegiatan yang disebut sebagai Tribakti, masing-masing bakti di bidang kesehatan, sosial dan pendidikan.

Bakti kesehatan terdiri dari donor darah yang telah dilakukan pekan lalu, bakti sosial diantaranya menyantuni panti asuhan dan bakti pendidikan berupa seminar pendidikan. "Seminar ini sedang dipersiapkan, temanya akan mengangkat isu terkini seperti LGBT dan kekerasan seksual," katanya.

Adapun Fun Walk kali ini diikuti tidak hanya alumni angkatan 86 namun juga angkatan lainnya. "Kami ingin menghadirkan kebersamaan di antara alumni dan para keluarga," kata Novyan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon