Menpora Peringatkan Operator TSC soal Kerusuhan Suporter

Selasa, 24 Mei 2016 | 08:20 WIB
HS
IC
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: CAH
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Menpora Imam Nahrawi memperingatkan secara keras PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator liga Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dan klub memperhatikan pembinaan suporter. Hal itu guna kerusuhan disela pertandingan sepakbola tidak terulang lagi.

"Kita akan lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan, setelah itu kita akan evaluasi. Kerusuhan antarsuporter tidak boleh terulang dan ini adalah warning dari pemerintah kepada operator dan klub untuk membina sebaik-baiknya para suporter," tegas Menpora dalam keterangannya yang diterima Senin (23/5).

Imam mengaku kecewa dengan adanya kerusuhan suporter di sela pertandingan antara Persegres Gresik melawan PS TNI di Stadion Petrokimia Gresik, Minggu (22/5). Apalagi pihaknya sejak awal telah memperingatkan semua pihak terkait mulai manajemen klub hingga operator liga untuk melakukan pembinaan kepada suporternya.

"Dalam konteks ini ternyata belum ada intervensi hukum yang memadai sehingga pelaku pelanggaran dan kerusuhan tidak mendapat penanganan yang serius," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam tersebut.

Dengan momen ini, diharapkan aparat hukum menindak tegas kepada siapa saja pelaku kerusuhan di lapangan. Bahkan, pihaknya meminta kepada operator liga melibatkan aparat hukum dalam menindak pelaku kerusuhan di sekitar lapangan supaya korban tidak terus bertambah.

"Yang paling penting adalah regulasi yang mengatur kompetisi harus tegas bilamana ada peristiwa yang merugikan kompetisi seperti keributan dan lainnya harus ada tindakan tegas seperti misalnya pengurangan poin, pengurangan anggaran hingga pengeluaran dari liga," ucap Menpora.

Setiap kerusuhan yang terjadi, harus langsung dilaporkan dan ditindak hukum pidana dengan tegas tanpa menunggu laporan dari panitia pelaksana (panpel), karena panpelnya sendiri takut adanya ancaman.

"Kejadian kerusuhan ini menjadi evaluasi kita semua, saya ingin korlap suporter kumpul bersama dan berdiskusi. Sudahilah pertentangan antarsuporter karena sepak bola adalah alat pemersatu bangsa," ungkap dia.

PT GTS selaku operator liga mengeluarkan pernyataan secara resmi melalui tim medianya. Lembaga yang dipimpin oleh Joko Driyono itu pun mengklaim siap menindak tegas seluruh perilaku indisipliner yang terjadi pada area kompetisi sesuai dengan regulasi kompetisi dan kode disiplin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon