Sektor Energi Menguat, Bursa AS Catat Kenaikan Tertinggi Tahun Ini
Selasa, 7 Juni 2016 | 07:32 WIB
New York- Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (6/6) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB ditutup menguat. Penguatan ini dipimpin oleh sektor energi yang mencatat kenaikan signifikan setelah Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen menyampaikan komentarnya terkait ekonomi AS yang dinilai masih positif. Selain itu, Bank Sentral AS juga akan melihat waktu yang tepat untuk menaikan suku bunga.
Pada perdagangan Senin waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 113,27 poin atau naik 0,64 persen ke kisaran 17.920,33. Indeks S&P 500 ditutup meningkat 10,28 poin atau bertambah 0,49 persen ke kisaran 2.109,41. Sedangkan, indeks Nasdaq yang berbasiskan saham-saham sektor teknologi ditutup bertambah 26,20 poin atau naik 0,53 persen ke level 4.968,71.
Penguatan yang dibukukan oleh indeks S&P 500 pada perdagangan Senin merupakan catatan indeks tertinggi sejak 3 November silam dan 1,1 persen di bawah indeks perdagangan tertinggi harian selama 52 pekan terakhir sejak Juli lalu.
Sementara itu, sektor energi yang mencatat kenaikan sebesar dua persen juga merupakan posisi tertinggi yang dicapai sejak April lalu di mana harga minyak mentah AS di pasar berjangka mencapai posisi tertingginya sejak Juli tahun lalu.
Harga minyak mentah AS pada perdagangan Senin di pasar berjangka menguat 2,2 persen atau naik US$ 1,07 ke level US$ 49,69 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah Brent ditutup di atas US$ 50 per barel yang menjadi level tertinggi pada tahun ini. Penguatan harga minyak ini ditopang oleh melemahnya nilai tukar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, dan juga adanya gangguan pasokan stiok akibat adanya serangan terhadap infrastruktur minyak di Nigeria.
Yellen sendiri dalam komentarnya tidak menyebutkan secara spesifik waktu untuk menaikan suku bunga acuan, namun ia hanya mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan dilakukan secara berkala. Terkait ekonomi AS, Yellen menyebutkan, bahwa secara umum ekonomi AS cukup positif walaupun pada akhir pekan lalu laporan data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian menyebutkan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor nonpertanian sedikit di bawah prediksi pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




