Gelombang Laut di DIY Capai Enam Meter

Kamis, 9 Juni 2016 | 04:13 WIB
FE
IC
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: CAH
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)

Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melaporkan kerusakan bangunan milik masyarakat hingga perahu nelayan akibat terjangan gelombang pasang di pesisir pantai Selatan DIY.

Berdasar informasi Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto ratusan bangunan berupa warung makan mengalami kerusakan sedang hingga ambruk, sementara nelayan terpaksa tidak meluat sejak awal pekan.

"Ada dampak serius dari gelombang tinggi ini. Abrasi di Pantai Baru Pandansimo dan Kuwaru Bantul makin parah. Kami menghimbau aktivitas di pinggir pantai sebaiknya dihentikan dulu, karena tinggi gelombang laut sudah mencapai enam meter," ujarnya Rabu (8/6).

Berdasarkan informasi dan data kerusakan sementara, ratusan gazebo dan warung makan di pesisir pantai Bantul tersapu hingga ambruk. Namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa atau luka-luka.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi kondisi gelombang pasang akan terus terjadi hingga satu minggu lamanya.

Seperti disebutkan Kepala Stasiun Geofisika BMKG DIY, Tony Agus, prakiraan gelombang tinggi ini akan terjadi hingga tiga hari ke depan, dengan kisaran perkiraan tinggi gelombang antara 2,5 - 5,0 meter, dengan kecepatan angin antara 18-38 kilometer perjam.

Gelombang tinggi sudah mulai terjadi sejak 30 Mei dan sampai saat ini kondisi itu masih terjadi. Pada Rabu (8/6) ketinggian gelombang laut mencapai 5 - 7 meter.

Gelombang kategori tinggi ini terjadi karena kecepatan angin timuran yang menguat dengan rata-rata kecepatan 10 - 20 knot.

Menurut Tony, sumber pemicu kecepatan angin adalah perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Australia dengan tekanan udara tinggi sedangkan di wilayah atas, Samudera Hindia (Barat daya Sumatera) udara bertekanan rendah.

"Sebaiknya seluruh masyarakat, juga nelayan untuk tidak mendekati pantai radius 200 meter, mengingat gelombang masih akan terus terjadi hingga tiga hari ke depan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon