RI Tekankan Penyelesaian Damai Sengketa Laut China Selatan
Kamis, 9 Juni 2016 | 23:22 WIB
Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno LP Marsudi djadwalkan menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri kelompok negara Asean dan Tiongkok, pada 13-15 Juni 2016, di Tiongkok. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah Laut China Selatan.
Menurut Direktur Mitra Wicara Intrakawasan Asean Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Derry Aman, Indonesia akan menekankan penyelesaian secara damai sengketa Laut China Selatan melalui proses hukum dan diplomatik.
"Dari sekian banyak elemen, yang paling utama dan penting menurut Indonesia ya penyelesaian Code of Conduct (CoC) sesegera mungkin, sehingga implementasi Declaration of Conduct (DoC) bisa dicapai," ujar Derry di Jakarta, Kamis (9/6).
Ia menegaskan bahwa prinsip dasar Indonesia terkait sengketa itu tidak akan berubah dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Derry juga menambahkan, Indonesia akan mencoba menekankan ke semua pihak untuk menahan diri tidak melakukan provokasi atau hal apapun yang bisa memperburuk situasi di lapangan.
Pertemuan khusus ini, lanjut dia, bertujuan menyamakan pandangan dan melakukan pembahasan khusus dengan pihak Tiongkok. Oleh karena itu tidak akan ada penyampaian joint statement terkait arbitrase Filipina dalam pertemuan itu.
Menurut dia, hal tersebut tidak mudah dilakukan karena setiap negara anggota Asean pasti mempunyai pandanga sendiri. Walau begitu Indonesia beranggapan, Asean perlu mengeluarkan pendapat terkait arbitrase.
"Pertemuan ini khusus. Pada Juli nanti ada KTT reguler ASEAN-Tiongkok. Pertemuan para menlu ini juga menandai peringatan 25 tahun kerja sama dan kemitraan antara Asean-Tiongkok," kata Derry.
Dalam rangka peringatan 25 tahun hubungan Asean dan Tiongkok akan diadakan education exchange year atau pertukaran pelajar dan pemuda antar Asean dan Tiongkok.
"Hubungan people to people, awareness di antara dua masyarakat Asean dan Tiongkok, dan peningkatan pendidikan juga menjadi concern kami," pungkas Derry.
Dia menambahkan, bahwa pada 2017 juga diusulkan Asean-Tiongkok tourism cooperation year yang bertujuan meningkatakan kunjungan wisatawan antar Asean dan Tiongkok.
"Gagasan ini juga salah satu yang dikejar Indonesia dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Tanah Air," terang Derry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




