Posisi Ahok Dinilai Lebih Menguntungkan Lewat Jalur Independen

Minggu, 12 Juni 2016 | 18:08 WIB
AS
FH
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FER
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab pertanyaan wartawan saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/5). KPK memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai saksi kasus dugaan suap dalam pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta dengan tersangka mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab pertanyaan wartawan saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/5). KPK memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai saksi kasus dugaan suap dalam pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta dengan tersangka mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. (Antara/Hafidz Mubarak)

Medan - Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lebih diuntungkan jika maju pemilihan kepala daerah (Pilkada) lewat jalur independen.

"Peluang Ahok menang lewat jalur independen jauh lebih besar jika melalui jalur partai politik. Sebab, jika Ahok maju melalui perahu partai, pendukungnya bisa meninggalkannya," ujar Gandi Parapat kepada Suara Pembaruan, di Medan, Minggu (12/6) petang.

Ditambahkan, keuntungan Ahok maju lewat jalur independen karena Partai Nasdem dan Hanura juga menyatakan dukungan tanpa syarat. Artinya, Ahok didukung kedua partai itu karena berhasil membuktinya kinerjanya membangun Jakarta.

"Kami sudah melakukan penjajakan di Jakarta. Jika Ahok berhasil memenangi pilkada DKI maka dapat dipastikan akan membawa pengaruh di setiap pilkada di daerah, termasuk di Sumut. Pilkada DKI itu seakan pertarungan antara rakyat dengan partai politik," sebutnya.

Menurutnya, Ahok pun dipastikan sulit melaksanakan program pemerintahan jika berhasil memenangkan pilkada di DKI tersebut. Sebab, anggota DPRD dipastikan berusaha untuk melakukan penjegalan, khususnya lewat penggunaan anggaran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon