Mahasiswa Hanya Ingin Pegang Foto SBY, Bukan Membanting
Rabu, 14 Maret 2012 | 20:24 WIB
"Beberapa teman kami berada di dalam sambil melihat foto-foto presiden dan tanpa sengaja foto itu terjatuh."
Enam orang mahasiswa dari Aliansi BEM Jawa Barat diamankan polisi lantaran diduga membanting bingkai atau frame foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang Nusantara III, Gedung DPR, Jakarta.
"Enam teman kami sedang diperiksa sekarang. Tadi sudah buat laporan, lalu diminta ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Polda Metro Jaya)," ujar Yoza mahasiswa STMIK Karawang, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Yoza menjelaskan, insiden terjatuhnya frame gambar SBY itu, berawal dari kekecewaan Aliansi BEM Jawa Barat, gabungan 17 kampus atas pencoretan butir ke tiga tuntutan mahasiswa.
"Awalnya, jam 11.30 WIB kami datang ke DPR. Lalu, langsung masuk dan diterima di ruang audiens Gedung Nusantara III. Kami menyampaikan tuntutan mahasiswa Jawa Barat. Selesai pukul 12.45 WIB. Sudah ada kesepakatan, aspirasi kami janjinya akan disampaikan. Surat pernyataan pun sudah ditandatangani," terangnya.
Namun, kata Yoza, mereka dipanggil kembali dengan alasan meminta surat pernyataan untuk difotokopi. Tapi, ternyata butir ketiga yang berisi "Usir Kolonialisme-Riberalisme dan Turunkan SBY-Budiono" dicoret.
"Katanya mau difotokopi, tapi dicoret point ke tiganya. Kalau tidak setuju ditahan, kalau setuju dibalikin. Merespon itu, kami melakukan orasi dan menyerukan yel-yel di luar lobi. Beberapa teman kami berada di dalam sambil melihat foto-foto presiden dan tanpa sengaja foto itu terjatuh. Tidak ada kesengajaan. Tak ada rencana seperti itu. Kami juga tidak menyangka," jelas Yoza.
Senada dengan Yoza, Koordinator BEM Jawa Barat, Januryadi, mengatakan teman-temannya tak sengaja menjatuhkan foto itu.
"Kami bukan memecahkan foto. Kami hanya ingin megang. Ternyata foto itu berat dan jatuh. Tidak ada niat pecahkan foto," katanya.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, hingga pukul 19.20 WIB, ke enam mahasiswa antara lain: Galih, Novianto, Yudi Yudistira, Bachtiar Rasyid, Yofta, (satu belum diketahui namanya), masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Sementara, beberapa teman mahasiswa lainnya, nampak menunggu cemas di lobi dan luar gedung.
Enam orang mahasiswa dari Aliansi BEM Jawa Barat diamankan polisi lantaran diduga membanting bingkai atau frame foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang Nusantara III, Gedung DPR, Jakarta.
"Enam teman kami sedang diperiksa sekarang. Tadi sudah buat laporan, lalu diminta ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Polda Metro Jaya)," ujar Yoza mahasiswa STMIK Karawang, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Yoza menjelaskan, insiden terjatuhnya frame gambar SBY itu, berawal dari kekecewaan Aliansi BEM Jawa Barat, gabungan 17 kampus atas pencoretan butir ke tiga tuntutan mahasiswa.
"Awalnya, jam 11.30 WIB kami datang ke DPR. Lalu, langsung masuk dan diterima di ruang audiens Gedung Nusantara III. Kami menyampaikan tuntutan mahasiswa Jawa Barat. Selesai pukul 12.45 WIB. Sudah ada kesepakatan, aspirasi kami janjinya akan disampaikan. Surat pernyataan pun sudah ditandatangani," terangnya.
Namun, kata Yoza, mereka dipanggil kembali dengan alasan meminta surat pernyataan untuk difotokopi. Tapi, ternyata butir ketiga yang berisi "Usir Kolonialisme-Riberalisme dan Turunkan SBY-Budiono" dicoret.
"Katanya mau difotokopi, tapi dicoret point ke tiganya. Kalau tidak setuju ditahan, kalau setuju dibalikin. Merespon itu, kami melakukan orasi dan menyerukan yel-yel di luar lobi. Beberapa teman kami berada di dalam sambil melihat foto-foto presiden dan tanpa sengaja foto itu terjatuh. Tidak ada kesengajaan. Tak ada rencana seperti itu. Kami juga tidak menyangka," jelas Yoza.
Senada dengan Yoza, Koordinator BEM Jawa Barat, Januryadi, mengatakan teman-temannya tak sengaja menjatuhkan foto itu.
"Kami bukan memecahkan foto. Kami hanya ingin megang. Ternyata foto itu berat dan jatuh. Tidak ada niat pecahkan foto," katanya.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, hingga pukul 19.20 WIB, ke enam mahasiswa antara lain: Galih, Novianto, Yudi Yudistira, Bachtiar Rasyid, Yofta, (satu belum diketahui namanya), masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Sementara, beberapa teman mahasiswa lainnya, nampak menunggu cemas di lobi dan luar gedung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




