Tito Karnavian Diminta Benahi Institusi Kepolisian
Sabtu, 18 Juni 2016 | 19:04 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah mengajukan Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Jika disetujui oleh DPR, maka Tito akan diantik menjadi Kapolri.
Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, mengatakan, salah tugas utama Tito jika diangkat menjadi Kapolri adalah membenahi institusi kepolisian yang dinilai masih bermasalah dari aspek integritas.
"Upaya pembenahan institusi kepolisian selama ini masih stagnan karena persoalan integritas aparat kepolisian. Tidak jarang, kita dengar dan lihat aparat polisi melakukan pemerasan, banyak video-video polisi minta uang tilang. Dalam konteks ini, peran Kapolri sangat strategis," ujar Adnan di Jakarta, Sabtu (18/6).
Adnan menilai, jika institusi kepolisian bersih, maka upaya penegakan hukum di Indonesia bisa berjalan efektif dan efisien. Pasalnya, lanjut dia, modal utama dari aparat penegak hukum adalah integritas sehingga tidak tergoda menerima suap atau melakulan pemerasan.
"Peran strategis dari Kapolri dan agenda reformasi lebih fundamental adalah upaya pemberantasan korupsi dari dalam yang lebih efektif. Kalau langsung dituntut untuk perkara-perkara korupsi dari luar masih sulit karena organisasinya belum terbangun dengan baik," terang dia.
Lebih lanjut, Adnan mengatakan, tugas tersebut bukan tugas yang mudah bagi Tito. Mengubah sesuatu yang mapan, kata dia butuh waktu yang panjang.
"Pasti ada resistensi dari dalam. Apalagi isu seniriotas muncul dan ada faksi-faksi di institusi kepolisiab dengan kepentingan-kepentingannya masing-masing. Karena itu, Tito perlu mendapatkan dukungan secara politik dari Presiden Joko Widodo," pungkas Adnan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




