Kaus Pemain Swiss Compang-camping, Puma Minta Maaf

Selasa, 21 Juni 2016 | 03:59 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Pemain Swiss Granit Xhaka dengan kaos Puma yang robek.
Pemain Swiss Granit Xhaka dengan kaos Puma yang robek. (ESPN)

Lille, Prancis - Pemasok seragam tim nasional Swiss, Puma, meminta maaf setelah kaus yang dipakai sejumlah pemain robek dalam pertandingan melawan Prancis yang berakhir 0-0, Minggu (19/6).

Pemain tengah Granit Xhaka harus dua kali memberi tanda minta ganti kaus, sementara Valon Behrami, Admir Mehmedi, Fabian Schar, Breel Embolo, dan Blerim Dzemaili segera berganti kaus begitu robek dalam pertandingan tersebut.

Di akhir pertandingan, bintang Swiss Xherdan Shaqiri sampai berkomentar: "Saya harap Puma tidak memproduksi kondom."

Puma mengakui para pemain itu menggunakan produk cacat, setelah tujuh pemain harus berganti seragam karena robek.

Menjelang putaran final ini dimulai, striker Embolo juga harus berganti kaus dalam laga persahabatan melawan Montenegro.

Dalam pernyataannya, Puma meminta maaf kepada federasi sepakbola Swiss dan para pemain karena "insiden yang sangat tidak menguntungkan" tersebut.

Masalah ini, menurut Puma, hanya terjadi pada kaus dalam jumlah terbatas. kaus Puma dibuat dari bahan campuran elastane dan polyester, dan diproduksi di Turki.

Lebih lanjut disebutkan ada benang yang rusak selama proses produksi sehingga hasil akhir tidak sempurna.

"Ini bisa terjadi, jika kombinasi panas, tekanan dan waktu tidak diawasi secara benar dalam proses produksi," kata Puma.

Menurut tabloid Jerman, Bild, para pemain Swiss itu mengenakan kaus yang ekstra tipis agar bisa memicu "pijatan mikro" pada kulit guna merangsang peredaran darah.

Puma sendiri memasok lima tim dalam turnamen ini, termasuk Italia.

"Semua federasi telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengalami masalah seperti ini dan sangat puas dengan kualitas, kegunaan, dan rancangan kaus mereka," kata Puma.

Sementara itu, rival utama Puma, Adidas, juga mengalami masalah produk pada pertandingan hari Minggu di Lille, ketika bola "Beau Jeu" buatan mereka yang dirancang khusus untuk Euro 2016 pecah saat sedang diperebutkan dua pemain.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon