Di Indonesia, Belum Semua Rumah Sakit Higienis
Kamis, 15 Maret 2012 | 16:17 WIB
Inilah yang menjadi penyebab mengapa kasus pasien terkena infeksi di rumah sakit relatif tinggi, sekitar 40 persen.
Dapur Rumah Sakit dan penyajian makanan yang tidak higienis ternyata dapat menyebabkan infeksi yang bisa berakibat fatal.
"Banyak Rumah Sakit kelihatannya bersih, tetapi sebenarnya berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, datang jadi pasien tanpa demam, pulangnya kok malah demam," ujar Wasista Budi Waluyo, sekretaris jenderal Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dalam sebuah seminar mengenai sanitasi Rumah Sakit di Jakarta, Kamis (15/3).
Ia mengatakan, bahwa dari 1700 Rumah Sakit anggota Persi, belum semuanya benar-benar higienis.
Sebelumnya Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, bahwa kematian akibat infeksi di Rumah Sakit di Indonesia relatif tinggi.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, lanjut dia, kemungkinan untuk terkena infeksi di rumah sakit tidak sampai satu persen. Namun di Asia, termasuk Indonesia, kemungkinan untuk terkena infeksi di Rumah Sakit mencapai 40 persen.
Menurut Wasista dapur memegang peranan yang sangat penting, karena di sinilah makanan bagi pasien disiapkan.
Prof DR dr Rachmadi Purwana, seorang ahli kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia mengatakan, bahwa makanan yang terkontaminasi bisa mengandung zat-zat yang berbahaya seperti parasit, bakteri, virus, atau toksin.
"Salah kelola makanan menyebabkan berjuta-juta orang sakit setiap tahunnya dan ribuannya meninggal," ujarnya.
Rachmadi menambahkan, bahwa infeksi bisa terjadi karena penggunaan perabot masak yang kotor dan kurangnya kebersihan pribadi dari pihak yang menyiapkan makanan.
"Bakteri bisa tersimpan di pisau atau talenan yang tidak dicuci dengan sempurna,” ujar Rachmadi.
Selain itu ia menambahkan, bahwa pihak yang kontak langsung dengan makanan harus menjaga kebersihan pribadi dengan memastikan kuku terpotong pendek, rambut tertutup dan sehat atau bukan merupakan karier penyakit.
Dapur Rumah Sakit dan penyajian makanan yang tidak higienis ternyata dapat menyebabkan infeksi yang bisa berakibat fatal.
"Banyak Rumah Sakit kelihatannya bersih, tetapi sebenarnya berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, datang jadi pasien tanpa demam, pulangnya kok malah demam," ujar Wasista Budi Waluyo, sekretaris jenderal Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dalam sebuah seminar mengenai sanitasi Rumah Sakit di Jakarta, Kamis (15/3).
Ia mengatakan, bahwa dari 1700 Rumah Sakit anggota Persi, belum semuanya benar-benar higienis.
Sebelumnya Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, bahwa kematian akibat infeksi di Rumah Sakit di Indonesia relatif tinggi.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, lanjut dia, kemungkinan untuk terkena infeksi di rumah sakit tidak sampai satu persen. Namun di Asia, termasuk Indonesia, kemungkinan untuk terkena infeksi di Rumah Sakit mencapai 40 persen.
Menurut Wasista dapur memegang peranan yang sangat penting, karena di sinilah makanan bagi pasien disiapkan.
Prof DR dr Rachmadi Purwana, seorang ahli kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia mengatakan, bahwa makanan yang terkontaminasi bisa mengandung zat-zat yang berbahaya seperti parasit, bakteri, virus, atau toksin.
"Salah kelola makanan menyebabkan berjuta-juta orang sakit setiap tahunnya dan ribuannya meninggal," ujarnya.
Rachmadi menambahkan, bahwa infeksi bisa terjadi karena penggunaan perabot masak yang kotor dan kurangnya kebersihan pribadi dari pihak yang menyiapkan makanan.
"Bakteri bisa tersimpan di pisau atau talenan yang tidak dicuci dengan sempurna,” ujar Rachmadi.
Selain itu ia menambahkan, bahwa pihak yang kontak langsung dengan makanan harus menjaga kebersihan pribadi dengan memastikan kuku terpotong pendek, rambut tertutup dan sehat atau bukan merupakan karier penyakit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




