Turki: Normalisasi Hubungan Tergantung Israel
Rabu, 22 Juni 2016 | 23:45 WIB
Ankara – Pemerintah Turki menyampaikan demi mencapai kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel maka itu bergantung pada langkah-langkah yang diambil oleh negara Yahudi ini. Hubungan Turki dan Israel terpuruk sejak serangan Israel terhadap kapal Turki di Gaza, pada 2010.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negaranya mengajukan tututannya dengan jelas menjelang perundingan mendatang – seraya menegaskan bahwa hubungan Ankara dengan kelompok militan Palestina, Hamas – yang berkuasa di Gaza – tidak termasuk dalam syarat perundingan.
Terdapat dua persyaratan utama yang diajukan Turki untuk normalisasi, yakni permintaan maaf atas insiden mematikan 2010 dan kompensasi, di mana sebagian besar persyaratan telah disepakati. Namun masih menyisakan tuntutan ketiga yakni meminta Israel mencabut blokadenya atas Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, dan hal inilah yang menjadi kendala utama.
"Apakah kesepakatan dapat dicapai pada pertemuan pertama mendatang bergantung pada langkah-langkah yang diambil Israel. Syarat kami tidak terlalu sulit, itu adalah syarat-syarat biasa. Syarat-syarat itu harus dipenuhi berikut dengan permintaan maaf kami," kata Cavusoglu dalam konferensi pers di Ankara, Rabu (22/6).
Namun dia tidak memberikan tanggal pertemuan meskipun ada laporan wartawan yang mengatakan perundingan akan dilakukan, pada 26 Juni 2016, dan disusul dengan pengumuman normalisasi hubungan.
Sebelumnya, hubungan yang terjalin erat antara Israel dan anggota penting Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Turki terpuruk drastis setelah komando Israel melancarkan serangan sebelum fajar terhadap enam armada kapal, pada Mei 2010, karena mencoba memblokade Gaza.
Alhasil, sembilan aktivis di atas kapal feri Mavi Marmara milik Turki pun tewas, bersama dengan 10 orang lainnya yang kemudian meninggal akibat luka-luka yang dialami. Peristiwa tersebut memicu krisis diplomatik yang pahit.
Surat kabar harian Hurriyet melaporkan, pada Selasa (21/6), bahwa kedua belah pihak akan membuat pengumuman setelah perundingan antara para pejabat tinggi kementerian luar negeri Turki Feridun Sinirlioglu dan tokoh Israel yang ditunjuk pemerintah, Joseph Ciechanover.
Akan tetapi tidak disebutkan di mana perundingan akan dilaksanakan.
Sedangkan surat kabar harian Israel, Yediot Aharonot melaporkan, Rabu, bahwa putaran pembicaraan berikutnya akan diadakan di Turki dan diumumkan juga di tempat itu.
Laporan sebelumnya menyebutkan untuk normalisasi apapun, Israel juga menginginkan Turki mencegah mata-mata senior Hamas Salah Aruri memasuki wilayahnya dan beraksi dari sana. Namun Ankara belum pernah mengkonfirmasi kehadirannya di Turki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




