Teknologi Virtual Reality Bantu Pengecatan Rumah
Sabtu, 25 Juni 2016 | 20:32 WIBJakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kegiatan bersih-bersih termasuk mengecat rumah menjadi tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain menjadikan rumah lebih cantik, kegiatan tersebut bertujuan agar tamu maupun saudara yang berkunjung merasa lebih nyaman di momen Hari Raya.
Sayangnya, untuk membuat rumah berkesan lebih cantik bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang, pengecatan yang sudah dilakukan malah menimbulkan usur tabrak warna yang kurang sesuai.
Menghindari kondisi tersebut, Avian Brand sebagai produsen cat tembok Avitex meluncurkan teknologi virtual reality, untuk menggugah imajinasi kalangan pemilik rumah dalam membantu dan menemukan inspirasi ketika mendesain ulang rumahnya.
Deputy Marketing Director Avian Brands, Novi Christiana, mengatakan, pihaknya menghadirkan inovasi tidak hanya berupa produk. Pendekatan teknologi virtual reality, kata dia, ditujukan untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menjadi kebutuhan utama masyarakat masa kini.
"Konsumen tentunya membutuhkan segala sesuatu yang mudah. Hal itu yang diusung oleh teknologi virtual reality. Tak hanya mudah menemukan inspirasi, konsumen juga dapat semakin paham untuk membuat tampilan rumah yang menarik," kata Novi, di Jakarta, Sabtu (25/6).
Untuk menciptakan desain interior rumah yang manarik, lanjut dia, tahap pemilihan warna cat saja tidak cukup. Tentunya, kata Novi, diperlukan cat tembok yang memang memiliki keunggulan dan menggunakan bahan-bahan bebas merkuri, sehingga aman untuk anggota keluarga.
"Memilih cat tembok tak hanya sekedar pilihan warna-warna indah yang tidak mudah pudar, sehingga dinding tampak selalu baru. Selain itu, faktor mudah diaplikasikan, memiliki daya sebar dan daya tutup yang baik, melekat sempurna pada dinding, sehingga mampu melindungi bangunan agar tahan lama juga harus diperhatikan," lanjut dia.
Penggunan zat-zat berbahaya pada cat, kata Novi, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. "Terutama pada anak-anak, bisa mempengaruhi tingkat perkembangan otak dan tubuh yang disebabkan oleh adanya zat-zat kimia berbahaya termasuk merkuri," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




