Setelah 29 Tahun, Ryan Giggs Tinggalkan MU

Sabtu, 2 Juli 2016 | 21:01 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Asisten manajer Manchester United, Ryan Giggs
Asisten manajer Manchester United, Ryan Giggs (AFP)

Ryan Giggs mengakhiri pengabdiannya selama 29 tahun di Manchester United setelah menyetujui kesepakatan dengan klub di Old Trafford itu.

Giggs, 42, masih punya kontrak satu tahun sebagai asisten manajer namun bos baru Jose Mourinho ingin mengisi posisi tersebut dengan teman akrabnya Rui Faria.

Karena tak bisa mendapat peran lain di klub, Giggs memutuskan untuk hengkang. Dia pemegang rekor klub dengan 963 penampilan bersama United.

Pria kelahiran Cardiff, Wales, itu telah memegang sertifikat Uefa Pro Licence, yang menjadi syarat kepelatihan di Premier League, dan secara terbuka pernah mengungkapkan pindah ke manajemen baru.

Musim lalu dia dikait-kaitkan dengan Swansea City, namun dia merasa sudah siap memimpin United setelah "magang" dalam asuhan David Moyes dan kemudian Louis van Gaal.

Dia disebut-sebut tak suka dengan cara United memecat Van Gaal, tak lama setelah klub tersebut sukses merebut Piala FA.

Giggs juga kecewa dikesampingkan demi mantan bos Chelsea dan Real Madrid, Mourinho, yang ditunjuk sebagai pelatih baru Mei lalu.

Trah Ferguson
Giggs bergabung dengan akademi United pada hari ulang-tahunnya yang ke-14, dan menjadi pemain profesional pada umur 17 tahun, November 1990. Dia menjalani debut profesionalnya melawan Everton pada 2 Maret 1991.

Dia menjuarai liga Inggris 13 kali, kejuaraan Eropa dua kali, Piala FA empat kali, dan Piala Liga empat kali sehingga menjadikannya pemain Britania paling sukses dalam sejarah.

Dia menjabat sebagai instruktur pemain ketika Moyes datang pada 2013, dan sempat menjadi pelatih penuh dalam empat pertandingan terakhir musim tersebut setelah manajer asal Skotlandia itu dipecat.

Giggs kemudian ditunjuk sebagai asisten manajer oleh Van Gaal pada 2014.

Dia mewakili salah satu dari mata rantai terakhir era Alex Ferguson. Mengingat jasa dan prestasinya di United, klub itu berisiko mendapat kecaman dengan membiarkan dia pergi.

Salah satu jasa pria Wales itu adalah mempromosikan striker remaja Marcus Rashford ke tim utama musim lalu, dan kemudian juga direkrut oleh tim nasional senior Inggris. Tindakan dia ini meneruskan tradisi United yang berkomitmen pada pemain muda dan attacking football.

Namun, dia juga bagian dari "tim manajemen statis" yang banyak dikritik para penggemar, pengamat, dan sesama mantan pemain akibat pola permainan membosankan yang membuat Van Gaal kehilangan pekerjaannya.

Apa berikutnya?
Sejak dikendalikan oleh wakil ketua eksekutif Ed Woodward, United sekarang berbeda dengan tim pemenang trofi pada era Sir Alex Ferguson dulu.

Dengan dilakukannya revisi kebijakan kontrak para pemain top dan pemecatan mendadak Moyes dan Van Gaal, ditambah penunjukan Mourinho, tampaknya klub ini kembali memprioritaskan kemenangan daripada perencanaan jangka panjang.

Tahun lalu salah satu petinggi United mengatakan kalau Giggs memiliki semua komponen esensial untuk menjadi manajer, namun dia tetap belum pernah membuktikan sesuatu di level tertinggi.

Giggs tak merahasiakan kalau dia ingin memimpin United di masa depan, dan disebut-sebut pihak klub punya rencana jangka panjang dengan tujuan yang sama.

Tampaknya mustahil dia kekuarangan tawaran dari para pemimpin klub untuk mendapat peran manajer secara permanen, setelah lulus sertifikasi kepelatihan Uefa dan magang bersama salah satu klub terbesar di dunia.

Manajer Wales Chris Coleman sebelumnya mengatakan Giggs justru bisa mendapat manfaat setelah keluar dari "zona nyaman" di United, dan mendukungnya untuk berkiprah di tempat lain guna membuktikan kalau dia memang punya kualitas untuk kembali ke Old Trafford.

Legenda dan mantan kiper United Peter Schmeichel mengatakan Giggs harus belajar "manajemen dagang" di klub lain.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon