Tindakan Antisipasi, Polresta Denpasar Perketat Pengamanan

Selasa, 5 Juli 2016 | 22:34 WIB
IM
FH
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: FER
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)

Denpasar - Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar, memperketat sistem pengamanan setelah terjadinya peristiwa bom bunuh diri di Markas Polresta Surakarta, Kamis (5/7). Selain itu, puluhan anggota kepolisian bersenjata lengkap dibantu dengan anjing pelacak (K9) melakukan penyisiran di sekitar Terminal Ubung, Kota Denpasar, untuk mengantisipasi aksi teror dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan bantuan anjing pelacak, petugas kepolisian memeriksa barang bawaan para pemudik di terminal terbesar yang ada di Pulau Dewata tersebut. Berdasar pantauan Suara Pembaruan di lokasi, para pemudik yang siap berangkat ke berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa itu cukup kaget dengan kehadiran polisi yang membawa anjing pelacak memeriksa barang bawaan mereka.

Selain barang bawaan para pemudik yang diperiksa satuan polisi bersenjata lengkap, juga memeriksa barang-barang yang sudah ada di bagasi bus secara teliti satu per satu. Meski tidak ada barang berbahaya yang ditemukan dari penyisiran tersebut, kegiatan pemeriksaan tersebut akan terus berlangsung dengan tujuan mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

seorang pemudik asal Malang, Iva, mengakui, dirinya kaget melihat puluhan polisi memeriksa barang bawaan hingga ke dalam bus. Namun, kata dia, hal ini sangat melegakan karena menjamin rasa aman pemudik di sekitar terminal.

"Awalnya saya sangat terkejut ada apa-apa, tapi bagus juga kalau pengamanan di perketat jadi kami merasa lega dan aman," ujarnya.

Sementara itu, Vina, pemudik asal Jawa Tengah mengatakan, baru sempat untuk pulang kampung hari ini karena baru mendapatkan libur di tempat kerja. "Rencananya saya di kampung selama satu minggu, mudah-mudahan lancar dan tidak macet, pulang bisa tepat waktu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Ubung, AA Eka Putra, mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal tersebut ke sejumlah daerah di luar Bali sejak H -7 (29 Juni 2016) hingga H-3 (3 Juli 2016) tercatat 11.917 orang pemudik.

Sedangkan, untuk jumlah armada yang diberangkatkan pada H-3 Lebaran mencapai 75 bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan jumlah penumpang mecapai 2.563 orang. Pihaknya juga menyiagakan 226 bus AKAP untuk membantu para pemudik agar dapat pulang ke kampung halamannya dengan aman dan lancar.

Dari jumlah 226 bus AKAP tersebut, kata Eka Putra, terbagi atas 139 bus reguler, 79 bus pariwisata dan delapan bus cadangan. Selain itu, pihak UPT Terminal Ubung juga melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan dan sopir bus sebelum memberangkatkan para pemudik. "Sementara bus yang datang dari luar Bali tercatat 39 unit mengangkut 499 penumpang," ujarnya.

Diperketat

Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Polisi Sugriwo, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengamanan jauh sebelum terjadinya ledakan di Solo.

"Sejak jauh hari kami sudah melakukan pengamanan, dan sekarang ini sistem pengamanan yang ada lebih diperketat," katanya.

Dia menjelaskan, pengamanan sistem satu pintu masuk atau one gate system itu lebih diperketat dengan memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke Mapolresta Denpasar. Petugas kepolisian juga dikerahkan untuk memeriksa setiap kendaraan masuk dengan dilengkapi senjata laras panjang.

"Beberapa petugas juga dilengkapi dengan rompi antipeluru untuk mengantisipasi serangan terorisme yang menyasar anggota kepolisian," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon