Korban Meninggal di "Jalur Neraka", IPW: Polri Harusnya Minta Maaf
Jumat, 8 Juli 2016 | 15:58 WIB
Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mendorong Polri meminta maaf kepada publik khususnya kepada keluarga korban yang meninggal di "jalur neraka" mudik Lebaran 2016. Pasalnya, bukannya minta maaf, Polri malah cenderung membuka polemik tentang sejumlah orang yang tewas dalam kemacetan parah di tol Brebes.
"IPW menyayangkan sikap Kakorlantas Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang mengatakan korban meninggal akibat mudik tidak hanya terjadi di arena kemacetan tol Brebes, tetapi juga terjadi di tempat lain," ujar Neta di Jakarta, Jumat (8/7).
Agung, kata dia, seharusnya tak perlu membuka polemik, tapi cukup berjiwa besar dan secara kesatria mundur sebagai Kakorlantas. Sebab, Agung nyata-nyata sudah gagal melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Brebes dan Jateng, sehingga jalur mudik stagnan selama 25 jam dan berubah menjadi "jalur neraka".
"IPW berharap Presiden Jokowi peduli dengan kasus tewasnya sejumlah orang di jalur mudik Brebes yang macet total. Jika terhadap seorang pedagang nasi saja yang digusur Satpol PP di Banten, Jokowi peduli dan memberikan sumbangan, seharusnya Presiden lebih peduli lagi dengan nasib para pemudik yang tewas akibat kemacetan parah di tol Brebes," ungkap Neta.
Menurut dia, kasus kematian akibat kemacetan parah ini tidak boleh dibiarkan, pemerintah dan Polri harus mengevaluasinya. Jika tidak, kata Neta, kasus ini akan menjadi fenomena, mengingat makin banyaknya kota besar Indonesia yang mengalami kemacetan parah dan makin banyak "jalur jalur neraka" jika liburan tiba.
"Polri sebagai instansi yang bertugas melakukan rekayasa lalu lintas jangan bersikap cuci tangan dengan membuka polemik, tapi harus mencari solusi dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Misalnya, apakah sudah perlu membatasi jumlah kendaraan secara ketat atau melakukan moratorium industri otomotif agar kemacetan lalu lintas tidak makin menggila," terang Neta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




